Pusdokkes Polri mendapati 5 orang reaktif COVID-19 pasca mengikuti CFD pada Minggu (21/6) kemarin. Menanggapi hal tersebut, beredar informasi CFD tak lagi digelar pada Minggu (28/6) besok.
- Elvariza Opita
- Rabu, 24 Juni 2020 - 11:27 WIB
WowKeren - Pekan lalu DKI Jakarta mengizinkan car free day alias hari bebas kendaraan bermotor yang jatuh setiap Minggu digelar kembali. Hal ini sejalan dengan semangat pemerintah setempat untuk memperkenalkan era new normal di tengah pandemi virus Corona.
Namun nyatanya pelaksanaan CFD pada Minggu (21/6) menuai banyak kritikan. Selain karena masyarakat tampak berkumpul tanpa peduli jaga jarak. Bahkan sebagai akibatnya sebanyak 5 orang dinyatakan reaktif COVID-19 pasca menjalani rapid test.
Menanggapi hal tersebut, otoritas DKI Jakarta pun menyatakan tak akan mengadakan CFD pada Minggu (28/6) besok. Terkait kapan CFD akan kembali digelar, pihak Dinas Perhubungan DKI Jakarta selaku pemberi informasi belum bisa memastikan.
"HBKB/CFD di kawasan Sudirman-Thamrin tanggal 28 Juni 2020 ditiadakan sementara," demikian kutipan informasi soal pelaksanaan CFD, sebagaimana dilansir dari Detik Health, Rabu (24/6). "Sampai waktu yang akan ditentukan kembali."
Pengumuman itu pun dibenarkan oleh Kepala Dishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo. Menurutnya keputusan ini sejalan dengan rencana Pemprov DKI Jakarta untuk mengevaluasi pelaksanaan CFD kemarin.
Sebelumnya dalam rapid test yang digelar oleh Polri di lokasi CFD, terungkap ada 5 orang yang dinyatakan reaktif COVID-19. Angka ini didapat dari sekitar 600 orang yang mengikuti tes.
"Rapid test tadi yang ikut tes 600 orang," jelas Kepala Pusdokkes Polri, Brigen Pol Rusdianto, sebagai perwakilan lembaga yang menggelar rapid test di CFD, Minggu (21/6). "Reaktif 5 orang."
"Sudah di-swab dan pemeriksaan PCR di RS Polri Sukanto," ujar Rusdianto, seperti dilansir dari Detik News. "Nanti hasilnya akan di telepon masing-masing dan ditangani sesuai hasilnya."
Hasil ini pun menjadi sorotan tersendiri bagi pemerintah pusat. Seperti Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto secara khusus menyoroti banyaknya masyarakat yang tidak patuh terhadap protokol kesehatan saat pandemi Corona selama mengikuti CFD.
(wk/elva)