Ratusan Karyawan Gojek yang Kena PHK Bakal Dapat Pesangon di Atas Standar Pemerintah
Nasional

Sebanyak 430 karyawan Gojek yang di-PHK di tengah pandemi corona ini pun akan menerima benefit termasuk pesangon di atas standar yang ditetapkan pemerintah.

WowKeren - Penyedia layanan on-demand Gojek mengumumkan telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 430 pegawai sebagai imbas pandemi corona. Sebagian besar dari karyawan yang di-PHK itu berasal dari divisi GoLife dan GoFood Festival.

Adapun 430 orang yang terdampak kebijakan ini setara 9 persen dari total jumlah karyawan Gojek. Ratusan karyawan Gojek yang di-PHK di tengah pandemi corona ini pun akan menerima benefit termasuk pesangon di atas standar yang ditetapkan pemerintah.

Karyawan yang terdampak PHK akan mendapat pesangon (ditetapkan minimum gaji 4 pekan) ditambah tambahan 4 pekan gaji untuk setiap tahun lamanya bekerja. Selain itu, Gojek juga tidak mewajibkan karyawan yang terdampak untuk bekerja kala memasuki periode pemberitahuan.

Hal ini dilakukan supaya para karyawan terdampak tersebut bisa fokus memikirkan rencana di masa mendatang. "Namun, kami akan tetap membayar gaji mereka secara penuh," ungkap Co-CEO Gojek, Andre Sulistyo, dilansir CNN Indonesia pada Rabu (24/6).


Tak hanya itu, masa tunggu (annual cliff) bagi karyawan yang memiliki hak kepemilikan saham akan dihapus. Dengan demikian, karyawan yang meninggalkan Gojek bisa memiliki saham di perusahaan yang telah mereka bangun.

Para karyawan terdampak juga akan mendapat bayaran pengganti cuti tahunan yang tidak mereka gunakan. Selain itu hak lain juga akan diberikan, termasuk cuti melahirkan.

Gojek juga akan memastikan kebutuhan terkait kesehatan karyawan yang terdampak agar tetap terpenuhi. Perusahaan akan memperpanjang skema asuransi kesehatan bagi karyawan yang terdampak dan keluarga hingga 31 Desember 2020.

Selain itu, karyawan juga dapat tetap memiliki laptop yang mereka gunakan untuk mencari peluang lain. Gojek akan memperpanjang masa dukungan termasuk program layanan kesehatan, mental, finansial dan konsultasi lainnya selama tiga bulan ke depan. Pihak perusahaan juga akan memberikan program outplacement yang akan membantu setiap orang untuk mencari pekerjaan.

Di sisi lain, Gojek terpaksa menghentikan layanan GoLife, yakni GoMassage, GoClean, serta GoFood Festivals, di sejumlah lokasi di Indonesia. Pasalnya, layanan tersebut bersifat dapat mengundang keramaian dan sulit menerapkan protokol physical distancing.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts