Rupanya, serangan palasik bukan pertama kali ini terjadi. Bupati Tapanuli Utara, Nikson Nababan mengatakan jika serangan semacam ini sudah terjadi sejak tahun 2017 lalu
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 24 Juni 2020 - 16:56 WIB
WowKeren - Belum lama ini warga Desa Pohan Tonga, Siborongborong digegerkan oleh serangan misterius yang mengisap darah ternak (palasik). Hal ini pun tengah diselidiki oleh Tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BKSDA dan Pemkab Tapanuli Utara.
Namun rupanya, serangan palasik bukan pertama kali ini terjadi. Bupati Tapanuli Utara, Nikson Nababan mengatakan jika serangan semacam ini sudah terjadi sejak tahun 2017 lalu.
"Kapolsek Siborongborong Silalahi melaporkan sebenarnya ini sudah terjadi beberapa tahun berturut turut," kata Nikson dilansir Kumparan, Rabu (24/6). "Sejak tahun 2017, 2018 dan 2019 yakni binatang bebek, enthok dan angsa."
Hal ini pun baru diketahuinya usai menggelar rapat dengan Muspika setempat di hari sebelumnya, Selasa (23/6). Pada 2017 lalu, kejadian itu juga berlangsung di lokasi yang sama. "Setelah rapat kemarin baru terungkap bahwa sejak 2017 ada kejadian serupa di lokasi desa yang sama," tutur Nikson.
Saat melancarkan aksinya, palasik ini tidak diketahui oleh warga. Setelah itu hilang tanpa jejak. Palasik juga tidak melakukan aksi ini secara terus menerus namun hanya di waktu tertentu dalam setahun. "Rentang waktu tertentu, seperti musiman gitu," ujar Nikson.
Polisi pun segera diterjunkan untuk melakukan patroli bersama dengan jajaran TNI dan BKSDA. Tak hanya itu, Nikson juga mengimbau bagi warga yang ternaknya menjadi korban palasik, agar segera membawa ternak tersebut ke rumah sakit untuk diautopsi.
Hal tersebut untuk menguak misteri dalang di balik palasik ini. "Sehingga diketahui penyebabnya, apakah bekas sayatan benda tajam atau oleh binatang buas," ujar Nikson.
Selama dua pekan terakhir, ternak warga mati secara misterius. Hewan ternak yang menjadi korban antara lain ayam, bebek, dan babi. Sejumlah kamera pun dipasang di beberapa titik untuk mempermudah pengawasan.
Nikson juga telah membuat sayembara. Tak tanggung-tanggung, bagi siapa pun yang bisa mengungkap kasus ini akan diberi uang sebesar Rp 10 juta.
(wk/zodi)