Kebebasannya Banyak Dikritik, Pengacara Eks Bendum Demokrat Nazaruddin Ungkap Fakta Mengejutkan Ini
Nasional

Sang narapidana korupsi kelas kakap Muhammad Nazaruddin dibebaskan pada Minggu (14/6) lalu dan menuai banyak kritikan. Pengacara Nazaruddin pun membongkar besarnya jasa Nazaruddin selama ini.

WowKeren - Mantan Bendahara Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin diketahui baru saja dibebaskan dari LP Sukamiskin. Nazaruddin diketahui mendapatkan remisi atas hukuman kasus korupsinya sehingga bisa bebas 4 tahun lebih awal.

Kebebasannya pun langsung menjadi bulan-bulanan publik. Menanggapi hal tersebut, pengacara Nazaruddin, Elza Syarief pun membeberkan sosok kliennya yang ternyata berjasa besar terhadap pembongkaran kasus megakorupsi di Indonesia.

Elza menganalogikan Nazaruddin seperti tokoh sentral dalam berbagai kasus korupsi. Bahkan kliennya itu disinyalir mengantongi banyak informasi soal korupsi-korupsi besar yang terjadi di masa lalu hingga berujung pihaknya yang mendapat banyak tekanan serta ancaman.

Bahkan semestinya keberadaan Nazaruddin bisa menjadi inspirasi bagi koruptor lain. Supaya tetap berani mengungkapkan kebenaran kasus-kasus rasuah yang diketahui.

"Memang kita bisa melihat awalnya Nazaruddin wanted. Sehingga dibilang tidak kooperatif, saat itu dia dalam tekanan sehingga melarikan diri," jelas Elza dalam program "Indonesia Lawyers Club", Rabu (24/6). "Tapi setelah itu ia sangat kooperatif."


"Saya sendiri setiap minggu mendampingi Nazaruddin," imbuh Elza, seperti dikutip dari Tribun Makassar, Kamis (25/6). "Untuk memberikan paparan pada penyidik."

Memang Nazaruddin disebut-sebut menerima remisi sampai 4 tahun lamanya karena menjadi justice collaborator KPK. Maksudnya adalah Nazaruddin berkenan bekerja sama dengan KPK untuk membongkar kasus-kasus korupsi lain yang ia ketahui. Beberapa kasus megakorupsi yang diungkap lewat bantuan Nazaruddin seperti kasus e-KTP dan proyek pembangunan Wisma Atlet Hambalang.

"Nazaruddin paling banyak mengungkap kasus korupsi," terang Elza. "Nazaruddin banyak sekali mengungkapkan kasus, tinggal penggalian dari KPK."

Bahkan Elza memberi bocoran bahwa kasus e-KTP saat ini belum sampai ke sosok The Boss. "Nazaruddin memang sentral, tetapi dia bukan the boss," tegas Elza.

Informasi yang Nazaruddin sampaikan ke penyidik membuat kliennya itu menjadi incaran ancaman banyak pihak, bahkan dari rekan sesama pengacara Elza. Namun nyatanya Nazaruddin tetap berkenan membeberkan informasi yang ia ketahui, hanya saja sampai sekarang KPK seolah tidak menindaklanjutinya.

"Ketika Nazaruddin 'bernyanyi' dalam membuka kasus, banyak pihak ketakutan," pungkas Elza. "Nazaruddin bisa jadi inspirasi untuk koruptor lainnya untuk membuka kasus korupsi."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts