Nakes Penyintas COVID-19 di Tangsel Ungkap Pasien Tak Jujur Jadi Pemicu Penularan Corona
Getty Images
Nasional

Teguh, petugas medis Puskesmas di Tangsel menduga pasien nekat berbohong lantaran khawatir jika mengatakan keluhannya apa adanya, akan ditolak berobat di Puskesmas.

WowKeren - Sudah banyak tenaga medis yang menjadi korban di tengah pandemi COVID-19. Mereka gugur dalam menjalankan tugas mereka untuk menangani pasien COVID-19.

Hal ini membuat profesi tenaga medis menjadi yang paling rentan terpapar infeksi COVID-19. Salah satunya disebabkan karena ketidakjujuran pasien. Tidak semua pasien mau jujur dan terbuka dalam menyampaikan keluhan mereka saat berobat. Alhasil tenaga kesehatan pun terkena imbasnya.

Hal inilah yang dianggap sebagai pemicu tingginya penularan COVID-19 terhadap tenaga medis. Salah satu tenaga medis di Puskesmas Tangerang Selatan, Teguh menceritakan pengalamannya.

Ia terkonfirmasi positif COVID-19 usai melakukan pemeriksaan melalui rapid test dan swab pertengahan Mei lalu. Diduga kuat, Teguh tertular virus ini akibat ketidakjujuran pasien saat berobat di fasilitas kesehatan.


"Kemungkinan bisa itu, rata-rata pasien itu memberikan keluhan berbeda dengan yang dirasakan," kata Teguh dilansir Kompas, Kamis (25/6). "Seperti mengalami sesak napas misalnya, tapi dia bilangnya tidak."

Ia menduga pasien nekat berbohong lantaran khawatir jika dirinya mengatakan keluhannya apa adanya, akan ditolak berobat di Puskesmas. "Mungkin, kata saya nih dia sudah kepikiran dari rumah takut ditolak dari Puskesmas, gitu," ucapnya.

Teguh pun menjalani karantina selama dua pekan meskipun tidak merasakan gejala yang mengarah ke penyakit COVID-19. Ia bukan satu-satunya orang tanpa gejala yang dinyatakan positif COVID-19.

"Kami bertiga tidak ada gejala ya. Sehat saja, tidak ada gejala apa-apa. Tahu-tahu kami dikabarkan hasil swab positif," kata Teguh. "Shocked juga sih sebenarnya, tapi risiko pekerjaan."

Beberapa waktu lalu, seorang dokter yang bertugas di salah satu rumah sakit di Surabaya dilaporkan meninggal dunia akibat tertular virus corona. Koordinator Protokol Kesehatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya, Febria Rachmanita, menyebut jika dokter tersebut terpapar virus dari pasien yang diduga tidak jujur jika dirinya telah terinfeksi COVID-19.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait