Risma Tanggapi Ultimatum Jokowi Soal COVID-19 Jatim Harus Turun 2 Pekan
Getty Images
Nasional

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini buka suara terkait ultimatum Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait deadline dua pekan bagi Jatim untuk menurunkan secara signifikan angka COVID-19.

WowKeren - Presiden RI Joko Widodo alias Jokowi melakukan peninjauan Posko Penanganan dan Penanggulangan COVID-19 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jatim pada Kamis (25/6). Dalam kesempatan tersebut Jokowi memberi target selama 2 pekan untuk Jatim mengendalikan kasus Corona.

Adapun kota di Jatim yang diketahui memiliki kasus COVID-19 tertinggi adalah Kota Surabaya. Terkait permintaan Jokowi tersebut, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pun mengatakan bahwa pihaknya terus bekerja agar pandemi dapat dikendalikan.

"Kita kerja mulai kemarin-kemarin, kita terus bekerja," kata Risma saat ditemui di kediaman wali kota dilansir Surya, Jumat (26/6). Risma menjelaskan, untuk saat ini kasus penularan di Surabaya banyak terjadi di lingkungan keluarga.

Artinya, ketika ada satu orang yang positif, dalam satu keluarga bisa menulari anggota keluarga lain. Untuk itu, Risma meminta jajarannya segera mengisolasi atau melakukan rawat inap langsung bagi warga yang ditemukan terpapar.

Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko penularan. "Jadi misalnya satu keluarga itu ada yang positif, itu harus bisa mengajak untuk rawat inap, supaya enggak nulari keluarganya," terang Risma.


Selain itu, Pemkot Surabaya juga akan fokus pada kawasan tertentu yang butuh penanganan khusus. Misalnya, sekitar Kecamatan Gubeng dan Tambaksari. Di dua daerah ini didapati banyak warga yang reaktif saat pemeriksaan massal di kota pahlawan.

Untuk itu dalam waktu dekat Risma bakal melakukan komunikasi khusus dengan seluruh RT/RW di dua kecamatan tersebut. Terlebih kawasan itu banyak rumah kos yang tersebar di sana. Hal itu pula yang nanti bakal dikomunikasikan khusus dengan RT/RW setempat.

"Kita butuh penanganan khusus untuk itu," ujar Risma yang juga merupakan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya. Apalagi, rencananya mulai Jumat, BNPB akan kembali melakukan pemeriksaan massal di Surabaya.

Sementara itu, diketahui ada 2 daerah yang dianggap memiliki laju penularan corona tercepat. Hal ini tampak dari tingginya hasil rapid test di kedua wilayah tersebut, yakni Gubeng dan Tambaksari.

Menurut Risma, hal ini tak lepas dari banyaknya indekos yang berada di wilayah padat penduduk tersebut. Oleh karenanya Risma berencana untuk mengumpulkan aparat setempat demi membahas langkah pengendalian wabah lebih lanjut.

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait