Kunjungan Jokowi tersebut dilihat anggota DPR Dapil Jatim, Nurhadi, sebagai sebuah warning atau peringatan supaya masyarakat Jatim lebih mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 26 Juni 2020 - 15:34 WIB
WowKeren - Presiden Joko Widodo baru saja melakukan kunjungan ke provinsi Jawa Timur. Jokowi pun memberikan sejumlah arahan untuk kepala daerah se-Jatim soal penanganan corona pada Kamis (25/6).
Jatim sendiri kini menjadi provinsi dengan peningkatan kasus corona dan tingkat kematian tertinggi di Indonesia saat ini. Kunjungan Jokowi tersebut dilihat anggota DPR Dapil Jatim, Nurhadi, sebagai sebuah warning atau peringatan supaya masyarakat Jatim lebih mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19.
"Dengan hadirnya langsung Presiden tentu ini menjadi warning bagi seluruh warga Jatim. Dalam urusan kesehatan betapa seriusnya persoalan ini, karenanya sungguh dibutuhkan manajemen krisis dan koordinasi yang baik oleh semua pihak," kata Nurhadi pada Jumat (26/6). "Mari kita taati protokol kesehatan. Jaga jarak, pakai masker, jaga kesehatan dengan mengkonsumsi nutrisi yang cukup."
Lebih lanjut, Nurhadi mendorong tes massal yang masif serta manajemen perawatan pasien corona yang baik. Politikus NasDem ini juga mengingatkan agar jangan sampai upaya pemulihan ekonomi justru mengabaikan aspek kesehatan.
"Pemulihan ekonomi tidak boleh mengabaikan protokol kesehatan. Kami sebagai wakil rakyat terus mendorong Jatim untuk terus melawan pandemi ini, kita jihad bersama," tegas Nurhadi. "Kemarin dilaporkan ada penambahan 247 kasus baru di Jatim, secara kumulatif ada 10.545 kasus, nyaris sama dengan DKI Jakarta."
Tak hanya itu, Nurhadi juga meminta agar koordinasi cepat tanggap dengan semua pihak di Jatim ditingkatkan. Kinerja jajaran Pemprov Jatim di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa sendiri dinilai Nurhadi sudah baik.
Hal tersebut bisa dilihat dari sejumlah daerah yang sudah keluar dari zona sedang ke zona rendah corona seperti Kediri. Meski demikian, Nurhadi menilai wilayah Surabaya Raya masih memerlukan penanganan ekstra.
"Hanya saja catatan untuk Surabaya Raya sebagaimana instruksi Presiden, harus lebih ekstra penanganannya," pungkas Nurhadi. "Lebih kerja keras dalam memutus rantai penyebaran COVID-19 dengan tetap disiplin dan mematuhi protokol kesehatan."
(wk/Bert)