Waspada, Tiga Lokasi Ini Bisa Jadi Pusat Penyebaran Corona Kala New Normal
Nasional

Waspada, tiga lokasi ini disebut pemerintah berpotensi menjadi pusat penyebaran virus corona (COVID-19) baru di Indonesia semasa new normal. Dimana saja?

WowKeren - Penambahan kasus virus corona (COVID-19) di Indonesia kembali memecahkan rekor pada Jumat (26/6). Pemerintah Indonesia pun telah mengungkapkan jika ada tiga lokasi yang berpotensi menjadi pusat penyebaran virus corona baru selama new normal.

Berdasarkan data dari covid19.go.id, Indonesia telah memiliki 51.427 kasus COVID-19. Sebanyak 21.333 pasien virus corona di Indonesia telah dinyatakan sembuh hingga hari ini. Sedangkan sebanyak 2.683 orang dinyatakan meninggal dunia karena pandemi COVID-19.

Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Wabah COVID-19 Achmad Yurianto menyebut tiga lokasi yang berpotensi menjadi titik sebaran baru virus corona ini terjadi akibat masyarakat telah kembali beraktivitas. Tiga lokasi itu tersebut adalah ruang perkantoran, sarana transportasi umum, hingga restoran atau tempat makan.

”Pertama adalah ruang kantor,” kata Yuri dalam konferensi pers di gedung BNPB, Jakarta, Jumat (26/6). “Beberapa hal yang harus kita cermati yang pertama tentang pengisian ruang dengan jumlah orang untuk meyakinkan bahwa setiap pekerja di kantor itu bisa jaga jarak setidaknya satu setengah meter antara satu dengan yang lain.”

Yurianto membagikan tips agar penularan virus corona di sektor perkantoran dapat dihindari. Ia mengingatkan setiap orang untuk menjaga jarak dan memastikan ruang kantor tidak terlalu padat. Pekerja juga diwajibkan memakai masker sepanjang waktu di ruangan perkantoran.


Selain itu, Yurianto juga menekankan pentingnya agar perkantoran memperhatikan sirkulasi dan ventilasi udara di ruangan kerja. Hal ini dilakukan agar udara segar dari luar ruangan bisa masuk ke ruang perkantoran, demi menjaga udara di dalam ruangan tetap bersih dan segar.

”Diupayakan penggunaan pendingin udara diawali sebisanya tidak sepanjang waktu mungkin diawali pada jam tertentu dan diupayakan juga setiap hari udara diganti dengan udara yang segar berasal dari luar,” saran Yurianto. “Tentu ini akan sangat dipengaruhi oleh desain ruangan, desain kantornya.”

Sementara untuk mencegah penularan virus corona di tempat makan atau restoran, Yurianto menyarankan agar dilakukan pembatasan kapasitas. Selain itu, setiap meja dan kursi diharapkan juga diberi jarak agar pelanggan tetap bisa menerapkan physical distancing.

”Dengan kapasitas yang kemudian harus dibatasi, sering kali disiplin ini tidak bisa dipenuhi,” ujar Yurianto. “Sehingga jarak satu dan yang lain tidak bisa dijaga untuk lebih dari satu setengah meter. Ini adalah sesuatu yang harus diperhatikan.”

Selanjutnya untuk sektor transportasi umum, Yurianto mengatakan pemerintah telah berupaya untuk mengantisipasi penyebaran virus corona. Hal ini dilakukan dengan meminimalisir terjadinya penumpukan pada transportasi umum, salah satunya di kereta commuter. Pemerintah juga akan membagi dua shift jam kerja agar tak terjadi penumpukan di waktu yang bersamaan.

”Sesuai surat edaran nomor 08 kita bagi jam kerja di dua gelombang Jam 07.00 sampai 07.30 WIB,” terang Yurianto. “Dan 10.00 sampai 10.30 WIB ini dimaksudkan untuk memastikan kapasitas komuter bisa diisi dengan memenuhi prasyarat aman untuk jaga jarak.”

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait