Pulau Ayam yang terletak di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau, berstatus dijual di situs privatesislandsonline.com. Bupati Anambas lantas memberikan klarifikasi.
- Neressa Prahastiwi
- Sabtu, 27 Juni 2020 - 12:32 WIB
WowKeren - Salah satu pulau di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau, yakni Pulau Ayam, tampak ditawarkan oleh situs privatesislandsonline.com. Iklan Pulau Ayam dijual tentu berhasil membuat heboh. Penjual tak mencantumkan harga, melainkan sesuai permintaan pembeli atau open price request.
Di situs privatesislandsonline.com, keindahan Pulau Ayam diibaratkan sebagai jalan menuju surga. Pulau Ayam juga disebut sebagai investasi menarik untuk pengembangan resor karena kemudahan akses. Pulau ini juga dikenal memiliki kontur unik dengan pemandangan indah.
Selain itu, Pulau Ayam disebut memiliki pantai yang indah dengan air sebening kristal. Aktivitas seperti menyelam, snorkeling, dan memancing juga bisa dilakukan di Pulau Ayam karena terumbu karangnya luas serta belum tersentuh hingga saat ini.
Namun, Bupati Kepulauan Anambas, Abdul Haris, membantah apabila Pulau Ayam yang berada di wilayahnya sedang dijual. "Kabar yang berkembang saat ini tidak benar, dan kami tidak pernah mendapatkan informasi atau pengajuan terkait penjualan Pulau Ayam di situs tersebut," kata Abdul Haris dilansir dari Kumparan.
Abdul Haris juga menjelaskan bahwa menjual pulau ke pihak asing tidak diperbolehkan dalam tatanan hukum di Indonesia. Meski begitu, Abdul Haris membuka lebar kesempatan bagi warga asing untuk berinvestasi di pulau yang terletak di Kecamatan Jemaja tersebut.
"Orang asing tidak diperkenankan memiliki hak atas tanah di Indonesia, khususnya di Anambas. Karena hal itu sudah diatur dalam Undang-Undang," tegas Abdul Haris. "Oleh karena itu, sekali lagi saya tegaskan bahwa informasi Pulau Ayam dijual atau mau dijual itu tidak benar dan tidak mungkin."
Juru Bicara Kemenko Bidang Maritim dan Investasi, Jodi Mahardi, juga membantah dan menduga hal tersebut sebagai ulah oknum-oknum tak bertanggung jawab. "Sudah dibantah oleh Bupati (Anambas) kan. Kami juga enggak pernah tahu. Mungkin orang iseng saja main-main isu," tandas Jodi Mahardi.
(wk/nere)