UNHCR Puji Indonesia Usai Aceh Izinkan Pengungsi Rohingya Mendarat
AFP
Nasional

Pada Rabu (24/6), nelayan lokal Aceh memindahkan para pengungsi ke kapal motor milik mereka. Otoritas setempat mengizinkan para pengungsi mendarat dengan pertimbangan kemanusiaan.

WowKeren - Komisioner Tinggi PBB untuk Urusan Pengungsi (UNHCR) memberikan apresiasi pada Pemerintah Indonesia atas pemberian izin pendaratan darurat bagi pengungsi Rohingya di Aceh Utara.

"Penyelamatan jiwa harus selalu menjadi prioritas utama. Kami memuji pihak otoritas di Indonesia yang telah mengizinkan kelompok pria, wanita, dan anak yang rentan ini untuk mendapat keselamatan," kata Kepala Perwakilan UNHCR di Indonesia Ann Maymann dalam sebuah pernyataan resmi.

"Indonesia telah beberapa kali mengambil tindakan yang patut dijadikan contoh oleh negara lainnya di kawasan ini, setelah memberikan bantuan kemanusiaan dan penyelamatan jiwa bagi orang-orang Rohingya di kapal Aceh pada 2015 dan 2018," kata Ann menambahkan.

UNHCR menyebut bahwa situasi pandemi membuat negara-negara membatasi mobilitas di pintu masuk wilayahnya, tetapi hal itu sebenarnya dapat diatur sedemikian rupa agar tetap memperhitungkan hak asasi pengungsi.


"UNHCR siap mendukung Pemerintah Indonesia dalam menyediakan bantuan kemanusiaan yang dibutuhkan dan cara-cara karantina yang baik selama hari-hari mendatang sesuai standar internasional dan protokol kesehatan publik," kata UNHCR.

Pada Rabu (24/6) lalu, kepolisian Aceh mengonfirmasi bahwa nelayan lokal memindahkan para pengungsi ke kapal motor milik mereka karena kapal pengangkut barang yang sebelumnya ditumpangi pengungsi mengalami kerusakan. Kapal tersebut sempat merapat ke daratan tetapi penumpangnya belum diizinkan turun, menunggu kebijakan otoritas setempat yang mempertimbangkan protokol penanganan pandemi corona (COVID-19).

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi kemudian menyatakan pada Kamis (25/6) bahwa otoritas mengizinkan para pengungsi mendarat dengan pertimbangan kemanusiaan. Para pengungsi Rohingnya akhirnya dievakuasi ke daratan Pantai Lancuk di Kecamatan Syamtalira Bayu. "Berdasarkan pertimbangan kemanusiaan, kami memberikan bantuan darurat bagi mereka," tuturnya.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri RI melaporkan jumlah pengungsi sebanyak 94 orang, yang terdiri dari 49 perempuan, 15 laki-laki, dan 30 anak-anak. Namun menurut data terbaru setelah pengungsi mendarat, jumlahnya adalah 99 orang, terdiri atas 48 perempuan, 17 laki-laki, serta 34 anak-anak berdasarkan catatan UNHCR.

Sementara itu, diketahui para pengungsi Rohingya ini sudah berada dalam kapal dan terombang-ambing di lautan selama beberapa waktu terakhir, serta dalam kondisi kelaparan. Kapal mereka sudah beberapa kali mendarat di beberapa perairan seperti Malaysia dan Bangladesh, namun ditolak otoritas setempat dengan alasan memberlakukan pembatasan pada semua kapal sehubungan dengan pandemi virus corona.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait