Aturan Usia PPDB DKI Tuai Polemik, Ombudsman Ikut Turun Tangan
Getty Images
Nasional

Jika memang ditemukan bukti maladministrasi proses pelaksanaan PPDB maka Ombudsman akan mengambil tindakan yang diperlukan, baik dalam level revisi kebijakan maupun teknis pelaksanaan.

WowKeren - Ombudsman RI ikut turun tangan terkait polemik Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) DKI Jakarta yang menuai protes dimana-mana. Hal itu dalam rangka menindaklanjuti orang tua murid yang melaporkan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) DKI Jakarta Nahdiana.

Sejumlah orang tua murid yang tergabung dalam Gerakan Emak dan Bapak Peduli Keadilan dan Pendidikan (Geprak) melaporkan persoalan PPDB yang menyertakan syarat usia. Kepala Perwakilan Ombudsman Wilayah DKI Jakarta Teguh Nugoroho mengatakan pihaknya akan meminta keterangan Kadisdik DKI Jakarta terkait pelaksanaan PPDB 2020.


"Kamis ini kami akan minta keterangan Disdik," kata Teguh dilansir CNN Indonesia, Selasa (30/6). "Dan kami akan agendakan melakukan permintaan keterangan ke Kemendikbud juga."

Teguh menjelaskan jika memang nanti ditemukan adanya bukti maladministrasi dalam proses pelaksanaan PPDB maka Ombudsman akan mengambil tindakan yang diperlukan, baik itu dalam level revisi kebijakan maupun teknis pelaksanaan.

"Kalau terbukti maladministrasi kami akan sampaikan saran korektif, jika pada level kebijakan maka perlu perbaikan kebijakan," lanjut Teguh. "Jika di tingkat pelaksana perbaikan pada level pelaksanaan."

Sementara itu, jika dalam pelaksanaan PPDB ditemukan ketidaksesuaian dengan petunjuk teknis yang ada, maka PPDB bisa diulang. "Secara regulasi, SK Disdik Nomor 501 memiliki persesuaian dengan Permendikbud nomor 44/2019, tinggal di level pelaksanaan, kalau di wilayah yang pelaksanaannya tidak sesuai, dimungkinkan perhitungan ulang," kata Teguh.

Syarat PPDB terkait usia banyak dikeluhkan oleh orang tua murid. Sebab, banyak dari murid berprestasi tidak bisa mendaftar lantaran terjegal masalah usia. Bahkan, KPAI menyebut jika pihaknya menerima laporan adanya sejumlah siswa yang stres akibat sistem ini. Yang lebih parahnya lagi, siswa tersebut bahkan ada yang berniat untuk mengakhiri hidupnya karena depresi.

"Anak kami sudah tahap depresi, tahap tidak mau sekolah lagi," kata salah seorang perwakilan wali murid masih dilansir CNN Indonesia. "Karena mereka beranggapan bahwa sekolah itu bukan mencari ilmu tapi mencari usia."

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts