Unilever Cikarang Tutup Sementara Usai 19 Karyawan Positif COVID-19
unilever.co.id
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Juru bicara gugus tugas penanganan COVID-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah menyebut jika kasus itu bermula dari salah seorang buruh yang baru saja pulang dari perjalanan.

WowKeren - Sebanyak 19 buruh pabrik perusahaan Unilever Indonesia yang berlokasi di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, dikonfirmasi positif terpapar COVID-19. Hal itu sebagaimana dikatakan oleh juru bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah.

Ke-19 pasien tersebut, saat ini tengah menjalani perawatan secara intensif di rumah sakit. Sebagian ada yang melakukan isolasi mandiri di rumah. “Mereka sudah dalam perawatan rumah sakit, dan ada juga yang isolasi mandiri di rumah," kata Alamsyah dilansir Okezone, Kamis (2/7).


Sementara pabrik tempat mereka bekerja ditutup untuk sementara. "Total karyawan 800, dan pabrik pun sudah tutup. Pabrik di Cikarang, Unilever," jelas Alamsyah.

Alamsyah kemudian membeberkan awal mula kasus tersebut. Hal itu bermula dari salah seorang buruh yang baru saja pulang dari perjalanan. Lalu pihaknya pun segera melakukan penelusuran. Terkait darimana karyawan tersebut terpapar corona, hal itu masih didalami hingga kini.

"Mulanya ada karyawan yang sakit satu orang. Kemudian kita tracking," kata Alamsyah. "Nah tertularnya dimana ini yang lagi pendalaman. Kemungkinan abis perjalanan."

Sebagai langkah cepat untuk memutus rantai penyebaran virus corona ini, Gugus Tugas terus melakukan pelacakan dengan melakukan rapid test massal dengan orang-orang yang berkontak dengan karyawan positif COVID-19.

Kasus ini menjadi klaster baru yang berasal dari suatu perusahaan industri di Kabupaten Bekasi. Sebab sebelumnya, hampir satu pekan tidak ada penambahan kasus didaerah yang memiliki kawasan industri terbesar di Indonesia itu.

Masih dilansir Okezone, Unilever menyebut pihaknya akan mengirimkan pernyataan resmi dari pihak manajemen. Hal itu sebagaimana dikemukakan oleh Humas Unilever, Adisty.

"Kami akan kirimkan statement resmi yang akan disampaikan oleh narasumber resmi kami segera ya," kata Adistya. "Mohon ditunggu."

Nama Unilever belum lama ini sempat menjadi pembahasan di media sosial. Hal itu terjadi usai Unilever Global membuat unggahan yang berisi dukungan terhadap gerakan LGBT. Tak pelak, hal ini pun menuai protes dari warganet Indonesia. Mereka bahkan menyerukan untuk memboikot produk perusahaan besar yang telah bercokol di lebih dari 180 negara ini.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts