Wajib Pakai Masker, Jatim Uji Coba CCTV ‘Pintar’ Untuk Awasi Warga
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Wajib menggunakan masker selama pandemi virus corona, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur melakukan uji coba CCTV ‘pintar’ untuk mengawasi warganya.

WowKeren - Pandemi virus corona (COVID-19) telah mengubah tatanan hidup manusia. Saat ini, setiap orang yang melakukan aktivitas di luar rumah wajib menggunakan masker demi menghindari penularan virus asal Wuhan, Tiongkok tersebut.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) pun berniat menggalakkan kampanye wajib memakai masker dengan mengawasi warganya melalui CCTV. Bukan sembarang CCTV, Jatim tengah mengembangkan CCTV berbasis artificial intelligance (AI) atau kecerdasan buatan.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Jatim, Emil Dardak melalui akun Twitternya. Ia menyampaikan jika saat ini pihaknya telah melakukan uji coba CCTV berbasis AI tersebut di Pasar Taman Sidoarjo.

CCTV ini disebutkan Emil merupakan buatan dari startup AI Indonesia, yaitu Nodeflux. Melalui video yang dibagikan Emil, CCTV ini mampu melacak dan menandai orang-orang yang tidak mengenakan masker dengan kotak biru dalam rekamannya. Di sisi luar kotak tersebut juga akan tertulis “no_mask”.


Uji coba CCTV berbasis artificial intelligence untuk memantau kepatuhan protokol COVID-19 di Pasar Taman Sidoarjo,” tulis Emil di akun Twitternya, Kamis (2/7). “Ternyata banyak yang masih tidak tertib bermasker. Semoga teknologi ini bisa meningkatkan efektivitas pemantauan dan penegakan protokol COVID-19. Terima kasih untuk Nodeflux.”

Uji Coba CCTV AI Jatim

Twitter

Lebih lanjut Emil mengatakan teknologi tersebut memang tidak bisa memberikan sanksi secara langsung kepada warga yang melanggar tak memakai masker. Meski demikian, CCTV tersebut diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dinas dalam menerapkan dan memberikan sosialisasi protokol pencegahan COVID-19 di setiap sektor.

”Teknologi ini akan bantu kepala dinas untuk evaluasi kinerja personel di lapangan dalam menjaga kepatuhan pengunjung dan pedagang pasar,” kata Emil seperti dilansir dari Kumparan, Kamis (3/7). “Hasilnya akan otomatis direkap sehingga sangat cepat bagi pemkab/pemkot untuk bertindak.”

”AI ini akan obyektif dan transparan mengoreksi kinerja semua pihak,” sambungnya. “Dari petugas lapangan sampai yang paling atas. Karena berbasis AI maka tidak bisa laporan Asal Bapak Senang (ABS).”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts