Bupati Kutai Timur Terjaring OTT KPK Bersama Istrinya yang Jabat Ketua DPRD
Instagram/h_ismunandar
Nasional

Bupati Kutai Timur Ismunandar dan istrinya, yakni Encek UR Firgasih yang merupakan Ketua DPRD Kutai Timur, diamankan KPK di sebuah hotel di Jakarta pada Kamis (2/7) malam.

WowKeren - Bupati Kutai Timur, Ismunandar, terjaring dalam operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (OTT KPK) di Jakarta pada Kamis (2/7) malam. Dalam rangkaian OTT tersebut, istri sang Bupati, yakni Encek UR Firgasih yang merupakan Ketua DPRD Kutai Timur, juga turut diamankan.

"Semalam kita amankan sang Bupati beserta istrinya," tutur Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango pada Jumat (3/7) hari ini. "Dan seorang Kepala Bappeda dari sebuah hotel di Jakarta."

Encek tercatat masih aktif menjabat sebagai Ketua DPRD Kutai Timur. Dalam OTT yang juga dilakukan di Kutai Timur dan Samarinda, tim KPK mengamankan sejumlah orang.

Dalam OTT tersebut, Kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Kutai Timur disegel oleh KPK. Garis KPK terpantau terpasang di ruang kerja Kepala BPKAD dan ruang kerja Kabid Perbendaharaan.

Selain itu, kantor dan rumah jabatan Bupati Kutai Timur juga turut disegel. KPK sendiri dilaporkan turut menyita sejumlah uang dan buku rekening dalam penangkapan tersebut.


Meski demikian, Nawawi tidak menjelaskan secara rinci siapa saja yang diamankan KPK dalam operasi di Kutai Timur tersebut. Ketua KPK Firli Bahuri menyatakan bahwa Bupati Ismunandar ditangkap atas dugaan penyuapan terkait pengadaan barang dan jasa.

Orang-orang yang diamankan KPK tersebut kini masih berstatus terperiksa. Komisi anti rasuah memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang terciduk dalam operasi tersebut.

Sementara itu, Encek dilantik sebagai Ketua DPRD Kutai Timur pada Oktober 2019 lalu. Istri Ismunandar tersebut merupakan kader DPC PPP Kutai Timur dan telah menjadi anggota DPRD sejak 2014 silam.

Encek menjabat sebagai Ketua DPRD Kutai Timur kala suaminya telah menjadi Bupati. Ismunandar sendiri membantah tudingan adanya dinasti politik di Kutai Timur.

Di sisi lain, Ismunandar diketahui terakhir kali melaporkan harta kekayaannya ke LHKPN pada 17 Maret 2020. Tercatat, sang Bupati memiliki harta kekayaan senilai Rp 3,1 miliar. Sebelumnya, kekayaan Ismunandar hanya senilai Rp 304 juta kala masih menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kutai Timur.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts