Bupati Bekasi Gusar Pabrik Unilever Jadi Klaster COVID-19 Dengan 36 Kasus Positif
Instagram/ekasupriaatmaja
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah, menyatakan bahwa hingga Jumat (3/7) pukul 11.00 WIB, ada 36 kasus positif COVID-19 dalam klaster pabrik Unilever tersebut.

WowKeren - Pabrik PT Unilever Indonesia Tbk di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat terpaksa ditutup usai sejumlah pegawai dinyatakan positif COVID-19. Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah, menyatakan bahwa hingga Jumat (3/7) pukul 11.00 WIB, ada 36 kasus positif COVID-19 dalam klaster pabrik Unilever tersebut.

"Selain 21 karyawan, 15 anggota keluarga karyawan juga turut terinfeksi COVID-19," tutur Alamsyah dilansir Antara. "Sementara ODP ada 30 orang."


Adanya klaster penyebaran COVID-19 baru di pabrik Unilever ini membuat Bupati Bekas Eka Supria Atmaja gusar. Eka mengingatkan perangkat daerah untuk mengawasi penerapan protokol kesehatan secara ketat di semua sektor industri.

Klaster pabrik Unilever ini membuat angka kasus positif COVID-19 di Kabupaten Bekasi kembali melonjak. Kabupaten Bekasi diketahui sudah melaporkan tidak adanya peningkatan jumlah kasus pada pekan lalu.

"Kabupaten Bekasi ini kan daerah industri, jadi harus betul-betul dijaga, jangan sampai ada lagi klaster-klaster baru COVID-19 lagi, apalagi sektor industri," tegas Eka dilansir CNN Indonesia. "Makanya harus diawasi bagaimana protokol kesehatannya di sana."

Eka menegaskan bahwa klaster COVID-19 ini harus ditanggapi dengan serius, mengingat Kabupaten Bekasi merupakan kawasan industri terbesar. Ia juga mengingatkan seluruh perangkat daerah untuk meningkatkan pengawasan, sinergi, dan koordinasi.

"Yang terjadi saat ini perlu disikapi secara serius mengingat di Kabupaten Bekasi merupakan daerah dengan kawasan industri terbesar, jadi jangan main-main," ujar Eka. "Kepada seluruh dinas terkait seperti Dinas Perindustrian untuk meningkatkan komunikasi dan koordinasi dengan Dinas Kesehatan."

Sementara itu, tim Gugus Tugas dan Unilever sendiri masih terus melacak kemungkinan penyebaran COVID-19. Hingga saat ini, sudah ada 500 orang terkait yang diperiksa melalui tes swab, termasuk karyawan, keluarga, maupun tetangga.

"Tracing sudah sampai di keluarga dan tetangga di sekitar tempat tinggal karyawan," ungkap Alamsyah. "Rinciannya, 265 karyawan yang kami periksa, lebih dari 200 orang lainnya yang sempat melakukan kontak juga sudah dites. Semuanya tes usap."

Meski demikian, hingga kini penyebab awal penyebaran COVID- 19 di pabrik Unilever sendiri masih belum ditemukan. Pihak Gugus Tugas pun meminta agar perusahaan mendalami hal ini.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts