Bertambah Ribuan Kasus Tiap Hari, Gugus Tugas Sebut Wabah Corona Masih Terkendali
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Hampir setiap hari Indonesia mencatatkan tambahan lebih dari seribu kasus positif COVID-19. Namun demikian Gugus Tugas menilai wabah Corona masih terkendali.

WowKeren - Kini sudah bukan lagi hal aneh apabila mendapati ada lebih dari seribu kasus positif COVID-19 yang dilaporkan setiap hari. Bahkan Indonesia sempat memecahkan rekor pada pekan lalu dengan mencapai 2.657 kasus yang dikonfirmasi dalam rentang 24 jam.

Namun tentu saja situasi ini tak bisa dipandang sebelah mata karena masih besar peluang kasus harian ini akan semakin banyak jumlahnya. Namun Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 ternyata masih optimis perkembangan wabah masih terkendali.


Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Nasional, Prof Wiku Adisasmito, menyatakan tingkat peningkatan jumlah kasus kini masih terkendali. Kendati demikian Wiku juga tak menampik apabila puncak pandemi makin sulit diprediksi karena kasusnya sangat dinamis sesuai dengan perilaku masyarakat.

"Jadi kondisinya yang jelas, dari perkiraan lalu tidak tercapai peak-nya, seperti yang diduga banyak pihak. Jadi itu menunjukkan bahwa proses kendali yang ada secara nasional maupun daerah itu cukup efektif," terang Wiku, Minggu (12/7). "Namun kasus memang tetap berjalan naik terus, tetapi tetap dalam kendali, maksudnya tidak dalam lonjakan kasus."

Wiku pun kembali menegaskan bahwa pengendalian wabah COVID-19 lebih dititikberatkan pada pemerintahan daerah. Oleh karena itulah daerah-daerah dibagi dalam zonasi risiko penyebaran wabah dan diharap setiap daerah mengambil kebijakan sesuai dengan parameter tersebut.

"Dan pengendalian kita melakukannya adalah dengan memonitor melalui zonasi untuk masing-masing daerah," tutur Wiku, seperti dilansir dari BBC Indonesia, Senin (13/7). "Zonasinya kan berbeda-beda dan datanya kan data riil yang setiap minggu diumumkan. Itu sebagai alat indikator bagi setiap daerah dan pimpinan daerah mengendalikan kasusnya di masing-masing daerah."

Kendati demikian pakar-pakar kesehatan memprediksi wabah masih jauh dari puncak. Sebab saat ini bahkan angka reproduksi virus alias laju penularan (Rt) COVID-19 masih sangat tinggi yakni di atas satu. Padahal saat ini Indonesia sudah perlahan-lahan menuju era new normal.

"Dari data saja, ini masih menanjak dan belum ada puncak. Apalagi gelombang kedua," beber Kepala Pusat Pemodelan Matematika dan Simulasi Institut Teknologi Bandung, Nuning Nuraini. "Jadi, gelombang pertama saja belum selesai, kalau dari perhitungan kami."

"Dan angka reproduksi hariannya juga masih di atas satu. Bahkan ini yang 9 Juli kan kisaran 1.2-1.4, artinya masih mungkin menyebar," imbuh Nuning. "Apalagi nanti kalau di tambah mobilitas meningkat."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts