Diserang Tawon, Ini Kronologi 6 Petugas PDAM Jatuh Ke Jurang Sedalam 70 Meter
Nasional

Enam petugas Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sulawesi Selatan (Sulsel) dilaporkan jatuh ke dalam jurang sedalam 70 meter setelah diserang tawon. Begini kronologinya.

WowKeren - Sejumlah petugas Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang sedang bekerja dilaporkan jatuh ke dalam jurang pada Senin (13/7) sore. Enam petugas PDAM jatuh dalam jurang setelah diserang oleh tawon.

Koordinator Basarnas Bantaeng, Arman Amiruddin menjelaskan kronologi kejadian berawal saat enam petugas tersebut sedang mengerjakan instalasi pipa air. Peristiwa itu terjadi di wilayah Desa Bonto Lojong, Kecamatan Uluere, Bantaeng.


Kemudian sekitar pukul 16.30 WITA, petugas tiba-tiba diserang tawon. Karena kaget dengan serangan tawon dan berusaha menghindarinya, para petugas terguling dan masuk ke dalam jurang. Arman menjelaskan jika salah satu dari mereka bahkan ada yang masuk ke sungai.

Arman mengatakan jika begitu mendengar informasi tersebut, pihaknya langsung melakukan evakuasi. Dari enam petugas, ada satu orang yang menderita gejala hipotermia sehingga langsung dilarikan ke rumah sakit.

”Tim kami tadi mengevakuasi 1 orang karena dia menderita gejala hipotermia dan muntah-muntah," ujar Arman Amiruddin seperti dilansir dari Detik, Senin (13/7). “Jadi ini ceritanya diserang tawon sampai mereka terguling ke jurang dan ada yang masuk sungai karena tawon itu kan.”

Arman membeberkan jika ketinggian jurang dimana para petugas PDAM tersebut jatuh setinggi 70 meter. Meski demikian, kemiringan jurang tersebut tidak sampai 90 derajat sehingga petugas tidak langsung jatuh ke dalam.

”Ketinggian terdalam sampai 70, itu dari pipa ke bawah,” jelas Arman. “Tapi kemiringannya bukan 90 derajat, jadi petugas masih sempat mengikuti kemiringan itu.”

Menurut Arman, lokasi peristiwa tersebut memang berada di area pedalaman. Di area tersebut, terdapat banyak kebun dan petugas PDAM tersebut sedang bertugas untuk memperbaiki pipa perairan di daerah tersebut.

”Iya seperti hutan, dia masuk ke pedalaman,” papar Arman. “Itu di situ banyak kebun, kebun bawang, kebun kol, jagung, nah di ujungnya kebun itu. Jalur pipanya kan diperbaiki.”

Arman mengatakan jika petugas gabungan masih berada di lokasi untuk proses evakuasi. Proses penyelamatan ini menggandeng Basarnas dan tim SAR.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts