Jatim Catat Rekor Jumlah Angka Kematian COVID-19 Tertinggi Di Indonesia
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Provinsi Jawa Timur (Jatim) telah mencatatkan rekor jumlah angka kematian akibat virus corona tertinggi di Indonesia. Berikut datanya berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan.

WowKeren - Indonesia masih terus mencatatkan peningkatan kasus virus corona (COVID-19) yang cukup signifikan setiap harinya. Berdasarkan data covid19.go.id, telah ada 76.981 kasus virus corona di Tanah Air hingga Senin (13/7) malam.

Sebanyak 36.689 pasien COVID-19 dinyatakan sembuh dan pasien meninggal dunia sebanyak 3.656 orang. Provinsi Jawa Timur (Jatim) dilaporkan menjadi penyumbang kasus virus corona dan angka kematian tertinggi di Indonesia.


Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendata angka kematian akibat virus corona di Jatim telah melebihi provinsi-provinsi lainnya hingga Senin (13/7). Tercatat, Jatim telah melaporkan sebanyak 1.226 orang meninggal dunia karena virus asal Wuhan, Tiongkok tersebut.

Dengan angka tersebut, Jatim mencatatkan presentase 33,53 persen dari total kematian nasional akibat COVID-19 yang berjumlah 3.656 kasus. Angka tersebut bahkan jauh melebihi DKI Jakarta yang mencatat 697 orang meninggal atau 19,64 persen dari total kematian virus corona di Indonesia.

Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jawa Timur, dr Joni Wahyuhadi mengaku setiap hari sangat sedih dengan fakta banyaknya warga Jatim yang meninggal karena virus corona. Meski demikian, ia mengatakan jika meninggalnya setiap orang memang telah diatur oleh sang khalik.

”Meninggalnya seseorang itu Allah SWT yang menentukan. Saya dipercaya Ibu Gubernur untuk memimpin rumah sakit besar RSUD dr Soetomo,” kata Joni di Gedung Negara Grahadi, Surabaya pada Kamis (11/6) lalu. “Setiap hari sebetulnya saya angkles (sedih), saya nangis setiap hari.”

Joni mengatakan jika virus corona merupakan suatu peristiwa yang unpredictable atau tidak dapat diprediksi. Ia juga menjelaskan lonjakan angka kematian di Jatim akibat virus corona yang memang sulit diprediksi.

”Perjalanan penyakit seorang menderita COVID-19 itu unpredictable,” tutur Joni. “Banyak kawan-kawan yang para ahli itu bertanya-tanya sebetulnya apa rahasia di balik COVID-19 ini.”

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan pemerintah tengah berusaha keras untuk menekan angka kasus corona di Jatim. Ia juga turut menyinggung terkait pandemi Flu Spanyol.

Muhadjir mengungkapkan jika pandemi Flu Spanyol ternyata juga pernah membuat Jatim menjadi daerah dengan jumlah kasus penularan terbanyak seperti sekarang. Bahkan, ia mengklaim Jatim juga mencatatkan angka kematian Flu Spanyol tertinggi di Indonesia dan seantero Hindia Belanda.

”Ternyata dulu 1918 waktu terjadi wabah Flu Spanyol, itu ternyata Jawa Timur memang angka tertularnya paling tinggi di Indonesia,” papar Muhadjir, Minggu (5/7). “Angka tertinggi Flu Spanyol yang sampai sekarang tidak ketemu vaksinnya itu, ilang-ilang sendiri gak ada vaksinnya, itu dulu korban tertinggi adalah di Jatim.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts