Biasa Ada di Ruangan, Benda Ini Rupanya Bisa Kurangi Risiko Penularan COVID-19
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Selama ini, sinar UVC disebut bisa membantu mengurangi risiko penularan COVID-19. Namun selain itu, ada cara lain yang juga bisa dilakukan dengan memasang alat ini dalam ruangan

WowKeren - Anggota tim komunikasi publik gugus tugas percepatan penanganan COVID-19, dr Reisa Broto Asmoro, mengingatkan agar masyarakat memperhatikan kondisi ruangan tertutup. Ia meminta agar ruangan tertutup dipastikan memiliki sirkulasi udara yang baik.

Hal itu merujuk pada pernyataan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya, yang menyebut jika virus corona bisa bertahan di udara melalui partikel mikrodroplet. Oleh sebab itu berdasarkan saran dari pakar, ia menyebut ada sejumlah cara untuk meminimalkan penularan virus.


Selama ini, sinar ultraviolet C disebut bisa membantu mengurangi risiko penularan COVID-19. Namun selain itu, ada cara lain yang juga bisa dilakukan untuk mengurangi risiko penularan dalam ruangan, yakni meletakkan penjernih udara atau air purifier.

"Penelitian dari para pakar menyarankan penggunaan air purifier dan sinar Ultraviolet C (UVC) membantu mengurangi risiko penularan," ujar Reisa dalam konferensi pers di Graha BNPB, Selasa (14/7).

Air purifier adalah alat yang berfungsi untuk menetralisasi bau dan juga asap di dalam ruangan. Namun selain itu, alat ini juga diyakini mampu membunuh virus atau bakteri yang melayang di udara.

COVID-19 merupakan pandemi yang tergolong baru dalam dunia pengetahuan selama peradaban manusia. Oleh sebab itu, tak heran jika informasi mengenai seluk beluk virus ini masih sangat minim. Sejumlah penelitian tengah dikembangkan untuk lebih "mengenal" virus ini.

Reisa mengatakan jika ratusan bahkan ribuan jurnal memberikan perkembangan terbaru mengenai penyebaran corona. Tak terkecuali dengan upaya untuk menemukan vaksin. Begitu juga teori-teori terkait penyebaran virus ini, sifatnya masih dinamis.

"WHO mendefinisikan penularan udara sebagai penyebaran agen penular yang disebabkan oleh aerosol, melayang di udara dalam jarak dan jangka lama," kata Reisa. "Teori menunjukkan sejumlah droplet dapat hasilkan aerosol, tetesan napas yang sangat kecil sehingga dapat melayang di udara."

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts