Presentase Kematian COVID-19 Indonesia Salip AS, Istana Beri Respons Ini
Getty Images
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Tingkat kematian akibat virus corona (COVID-19) di Indonesia telah melampaui Amerika Serikat (AS) hingga Senin (13/7). Pihak istana langsung memberikan respons ini.

WowKeren - Presentase tingkat kematian akibat virus corona (COVID-19) di Indonesia telah melampaui Amerika Serikat (AS) hingga Senin (13/7). Pihak Istana lantas langsung angkat berbicara mengenai fakta baru ini.

Berdasarkan data perkembangan kasus COVID-19 pada 13 Juli, Indonesia berada di peringkat keenam dengan presentase kematian sebesar 4,76 persen. Sementara Amerika Serikat berada di peringkat 10 dengan presentase kematian sebesar 4,09 persen.


Kepala Staf Presiden Moeldoko lantas menyatakan jika pemerintah saat ini masih terus memprioritaskan sisi kesehatan ketimbang sisi ekonomi dalam menangani pandemi virus corona. Ia berjanji jika pemerintah akan berupaya semaksimal mungkin untuk mengurangi angka kematian akibat virus asal Wuhan tersebut.

”Penyelesaian COVID-19 jadi prioritas, baru persoalan ekonomi tidak boleh ditinggalkan,” ujar Moeldoko di Kantor Staf Presiden, Jakarta pada Selasa (14/7). “Kalau itu menjadi titik prioritas, maka pemerintah dengan segala cara akan bekerja habis-habisan untuk mengurangi jumlah korban dan kematian.”

Moeldoko mengakui jika kenaikan kasus virus corona di Tanah Air memang terus melonjak. Meski demikian, ia mengungkap penyebab lonjakan tersebut karena pemerintah terus menggencarkan rapid test dan swab test secara masif.

”Tapi intinya yang terpenting bagaimana kita bisa kendalikan dengan baik, melakukan tracing dengan baik, dan melakukan isolasi. Itu saya pikir langkah-langkah pemerintah sudah cukup concern ke sana,” tutur Moeldoko. “Jadi kalau memang ada penambahan, penambahan jumlah korban itu menjadi titik perhatian yang serius.”

Mantan Panglima TNI ini juga membahas terkait vaksin COVID-19 yang masih terus dikembangkan oleh pemerintah. Ia mengatakan Indonesia telah menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga riset dunia untuk menciptakan vaksin virus corona. Diharapkan, vaksin tersebut bisa diproduksi dalam negeri sehingga mampu menekan penyebaran virus.

”Kalau kita hanya bergantung negara lain maka kita akan ketinggalan,” tegas Moeldoko. “Karena negara-negara itu akan prioritaskan kebutuhan dalam negeri dan komunitas regionalnya.”

Moeldoko juga turut mengungkap kinerja Presiden Joko Widodo yang selalu mengevaluasi secara langsung perkembangan kasus virus corona di Tanah Air. “Itu dikejar oleh presiden. Kenapa kok bisa begini, bagaimana solusinya, itu presiden sangat mengikuti perkembangan itu,” pungkasnya.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts