Banjir Bandang Terjang Masamba Tewaskan 19 Jiwa, 15.000 Orang Mengungsi
AP/Khaizuran Muchtamir
Nasional

Pencarian korban hilang tidak mudah dilakukan. Pasalnya, tim harus terjun ke medan lumpur yang kedalamannya 2 meter kemudian juga dipersulit dengan kondisi aliran air sungai

WowKeren - Bencana banjir bandang kembali menerjang Masamba, Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Banjir yang diakibatkan oleh meluapnya Sungai Masamba ini menewaskan belasan orang. Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Makassar Rizal menyebut jika tim pencari kembali menemukan 3 orang.

"Pagi ditemukan 2 korban," kata dia di lokasi seperti dilansir Kompas, Rabu (15/7). "Dan tim kembali menemukan jenazah 3 orang, sehingga jumlah korban meninggal dunia mencapai 19 orang."


Ketiga jenazah tersebut sudah dievakuasi ke RSU Hikmah Masamba. "Untuk jenazah kami serahkan kepada teman teman DVI Polri, karena masih ada 3 jenazah yang belum diidentifikasi di RSU Hikmah. Untuk satu korban sudah dikebumikan," jelasnya.

Petugas juga masih melakukan pencarian. Sebab, hingga kini masih ada 23 orang yang dilaporkan hilang. Ia menyebut jika proses pencarian tersebut dilakukan di tiga titik, yakni Desa Radda, Kecamatan Baebunta, titik Meli, dan titik Sungai Masamba.

"Untuk korban yang sebelumnya terdata 56 orang," lanjutnya. "Setelah dikoordinasikan dengan BPBD didapatkan data untuk saat ini sebanyak 23 orang."

Sayangnya, pencarian tersebut tidak mudah dilakukan. Pasalnya, tim harus terjun ke medan lumpur yang kedalamannya bahkan mencapai 2 meter. Tak cukup sampai di situ, pencarian juga dipersulit dengan kondisi aliran air sungai yang sudah berubah arah.

"Dalam pencarian ini kami terkendala dengan kedalaman lumpur yang mencapai 2 meter lebih, kendala kedua adalah aliran sungai sudah berpindah dari posisi sungai ke permukiman," papar Rizal. "Sementara laporan warga ada warga yang tertimbun di rumah rumah warga."

Banjir ini juga menyebabkan sekitar 15.000 orang terpaksa harus mengungsi. Mereka tersebar di beberapa titik posko dan ada yang menginap di rumah kerabat.

"Sesuai laporan warga yang melapor ke posko BPBD terdapat 23 warga hilang, ini data sementara," kata Kepala Pelaksana BPBD Luwu Utara Muslim Muchtar. "Korban yang mengungsi akibat banjir ini sebanyak 15.000 jiwa yang tersebar di beberapa titik posko, rumah kerabat dan keluarga.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts