PSBB Transisi DKI Kurang Efektif, Masyarakat Dinilai Makin Tak Peduli Protokol COVID-19
Reuters/Willy Kurniawan
Nasional
PSBB Corona

Ketua Fraksi Golkar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Basri Baco menilai tidak efektifnya PSBB transisi juga disebabkan oleh kurangnya pengawasan pemerintah

WowKeren - Penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi di wilayah Provinsi DKI Jakarta menuai sorotan. Alih-alih kasus melandai, justru kasus COVID-19 kembali melonjak.

Sehingga penerapan masa transisi ini dinilai belum berjalan efektif. Hal itu sebagaimana dikatakan oleh Ketua Fraksi Golkar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Basri Baco.


Bukan tanpa alasan, pemberlakuan PSBB transisi menurutnya membuat masyarakat berpikir bahwa kondisi saat ini sudah normal. Sehingga tak sedikit yang mulai mengabaikan protokol kesehatan untuk pencegahan COVID-19.

Selain itu, tidak efektifnya PSBB transisi juga disebabkan oleh kurangnya pengawasan pemerintah. "Yang harus dikaji kan kenapa di masa transisi kemarin kenaikannya drastis udah hampir empat hari, kan bisa dilihat apakah pengawasannya kuat," ucap Basri dilansir Kompas, Kamis (16/7).

Alhasil, tingkat penularan pun kembali naik hingga membuat Jakarta kembali mencatat lonjakan kasus. Hal ini juga tak lepas dari pembukaan sektor perekonomian.

Sebab dengan dibukanya sektor ekonomi maka akan membuat pasar maupun pusat perbelanjaan kembali beroperasi. Jika langkah ini tidak dibarengi dengan pengawasan yang ketat, maka sudah barang tentu kasus corona akan kembali naik.

"Berkali-kali saya ngomong karena logikanya pasti kalau ekonomi dibuka, pasar dibuka, mal dibuka, kantor-kantor dilonggarkan terus minim penindakan, minim pengawasan," tegasnya. "Terus Dinas Kesehatannya juga tidak makin gencar untuk menyarankan masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan pasti (kasus) akan naik terus.

Kendati demikian, ia tak sepenuhnya menyalahkan pemerintah. Sebab dari sisi masyarakat sendiri pun, tingkat kepatuhannya juga masih kurang dalam menerapkan protokol pencegahan COVID-19. Menurutnya, masyarakat semakin abai dalam menerapkan protokol.

"Kalau memang tidak ada kontrol," lanjut dia. "Tidak ada pengawasan yang ketat, edukasinya lemah segala macam orang lebih sering urusin ekonomi, pasti (kasus) akan naik."

Sementara itu, DKI sedianya akan mengakhiri penerapan perpanjangan PSBB hari ini. Namun hal ini bertolak belakang dengan masih meningkatnya kasus corona di wilayah itu.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts