Kronologi 8 Pegawai Kemenpar Positif Corona, Hotel Di Solo Langsung Ditutup
https://www.kemenparekraf.go.id/
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melaporkan ada 8 pegawainya yang terinfeksi virus corona. Akibatnya, Hotel Di Solo terkena imbas dan harus ditutup. Begini kronologinya.

WowKeren - Penyebaran virus corona (COVID-19) di Kota Solo semakin meluas. Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Kota Solo melaporkan telah ada 8 pegawai Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) positif terinfeksi virus corona.

Kronologi penularan virus corona tersebut terjadi saat pegawai Kemenparekraf itu menjadi narasumber acara yang diadakan salah satu universitas di Solo, Selasa (14/7). Penularan diduga terjadi setelah salah satu pegawai Kemenparekraf tertular adjudannya.


Sebelum berangkat ke Solo, rupanya ajudan salah satu narasumber dari Kemenparekraf itu sempat melakukan tes corona melalui swab test. Hal ini dilakukan karena sang adjudan tersebut merasakan gejala ringan COVID-19.

Namun karena hasil swab test PCR sangat lama keluar, ia tetap nekat berangkat dengan pesawat hanya menggunakan surat keterangan sehat berdasarkan rapid test. Dalam rapid test tersebut, ia sama sekali tidak terdeteksi positif virus corona.

Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Solo, Jawa Tengah, Ahyani kemudian menjelaskan jika hasil PCR yang keluar menyatakan jika adjudan tersebut positif terinfeksi virus corona yang kemudian menularkannya. “Sampai di sini, ternyata hasil PCR-nya positif,” jelas Ahyani.

Para pegawai Kemenparekraf tersebut diketahui menginap di dua hotel bintang empat Solo. Akibatnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo langsung menutup dua hotel tersebut selama sepuluh hari ke depan untuk mencegah penularan virus corona.

“Kami tutup mulai hari ini untuk penyemprotan disinfektan,” kata Ahyani seperti dilansir dari CNNIndonesia, Kamis (16/7). “Pegawai hotel yang kontak langsung kita contact tracing mulai dari resepsionis sampai pelayan kamar.”

Ahyani mengatakan jika tim tersebut sempat meminta untuk menjalani karantina mandiri di hotel karena tidak menunjukkan gelaja virus corona sama sekali. Namun, Pemkot Solo menolak karena harus menyediakan dokter yang memantau kesehatan secara khusus.

”Kami langsung bawa mereka untuk isolasi di rumah sakit,” jelas Ahyani. “Karena kami enggak yakin mereka bisa isolasi mandiri di hotel.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts