Ini Pesan ‘Cerdas’ Dokter Reisa Bagi Orang Yang Masih Tak Percaya Corona Bahaya
Instagram/reisabrotoasmoro
Nasional

Belakangan ini, media dihebohkan dengan banyaknya orang yang masih tidak percaya akan ancaman virus corona. Dokter Reisa lantas menanggapi lewat jawaban cerdas ini.

WowKeren - Pandemi virus corona (COVID-19) saat ini telah menyerang lebih dari 14,6 juta orang di seluruh dunia. Virus yang pertama ditemukan di Wuhan ini bahkan telah menewaskan lebih dari 608 ribu orang di berbagai belahan negara hingga Selasa (21/7). Namun, fakta tersebut rupanya masih tidak cukup bagi sebagian orang yang menilai COVID-19 tidak berbahaya.

Seperti yang diketahui, media-media di Indonesia belakangan terakhir ini sedang digemparkan dengan perdebatan mengenai risiko virus corona. Banyak orang yang ternyata masih tidak percaya jika COVID-19 berbahaya, salah satunya adalah musisi Anji.

Anji mengomentari sebuah foto jenazah pasien virus corona yang sempat viral dan mengungkapkan kejanggalannya. Tak sampai disitu, secara blak-blakan ia mengaku tidak percaya virus corona memiliki dampak semengerikan itu hingga menewaskan orang atau mudah menular dengan cepat. Ia bahkan menantang untuk menjajal masuk ke ruang isolasi pasien corona di Wisma Atlet tanpa menggunakan APD.

Sontak, pernyataan Anji tersebut telah menuai banyak kritikan hingga hujatan dari sebagaian besar masyarakat Indonesia hingga public figure. Kini, giliran Anggota Tim Komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, dr Reisa Broto Asmoro menanggapi kontroversi tersebut dengan pesan cerdas.

Dokter Reisa menegaskan kepada masyarakat jika ancaman pandemi virus corona masih belum berlalu. Ia kemudian menyarankan orang-orang yang tidak percaya dengan besarnya bahaya virus corona untuk mencari informasi dari sumber-sumber resmi, dimana biasanya terpapar data-data beserta fakta akurat.


Reisa bahkan mengajurkan orang yang tidak percaya untuk menemui langsung pasien virus corona yang sudah sembuh. Dengan begitu, orang tersebut dapat mengetahui kebenaran dari pasien-pasien yang sudah pernah merasakan terinfeksi COVID-19.

”Sekali lagi saya tekankan, virus SARS-COV-2 (penyebab COVID-19) ini berbahaya,” kata dr Reisa dalam konferensi pers yang disiarkan BNPB, Senin (20/7). “Cepat dan mudah menular.”

”Apabila masih punya keraguan, akseslah dan kumpulkanlah terus informasi dari seluruh dunia,” sambungnya. “Baik dari WHO, Kemenkes, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, dan simak kesaksian para penyintas atau mereka yang baru saja pulih dari COVID-19.”

Terakhir, Reisa juga memberikan peringatan kepada masyarakat yang tidak percaya bahaya virus corona agar jangan menyebarkan hoaks. Menurutnya, hoaks tersebut dapat memperparah kondisi Indonesia yang saat ini sudah berada dalam situasi krisis.

Hoaks seputar virus corona yang tidak berbahaya juga dinilai Reisa dapat menyesatkan masyarakat. Hal itu bisa meningkatkan risiko penularan atau penyebaran virus corona menjadi semakin tidak terkendali.

”Bagi yang menyebar hoaks dan membuat informasi tidak benar,” kata Reisa. “Dan juga membuat asumsi, apalagi bukan di bidang ilmu yang dikuasai, baik di situasi pandemi atau bukan, tidak akan berguna bagi masyarakat banyak.”

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait