Seorang guru di Sumatera Barat dilaporkan positif terinfeksi virus corona. Dampaknya, seluruh siswa yang sudah masuk di sekolah tersebut langsung menjalani swab test.
- Ruth Meliana
- Rabu, 22 Juli 2020 - 10:50 WIB
WowKeren - Sebuah sekolah di Kota Pariaman, Sumatera Barat telah membuka kembali kegiatan belajar mengajar secara tatap muka sejak Senin (13/7) lalu. Namun belum genap sepekan, sekolah tersebut terpaksa harus kembali ditutup setelah ditemukan kasus virus corona (COVID-19).
Kasus ini berasal dari seorang guru dan operator sekolah tersebut dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Akibatnya, sekolah akan langsung ditutup selama 14 hari ke depan sejak Senin (20/7) lalu. Seluruh ruangan juga disemprot disinfektan.
Selain itu, seluruh siswa yang telah masuk juga akan menjalani swab test demi memastikan penyebaran virus corona tidak meluas. Hingga Senin (20/7) lalu, sudah ada 20 orang yang di-tracing pihak Gugus Tugas COVID-19.
”Akan dites swab untuk memastikan tertular atau tidaknya siswa. Sekolah kita tutup juga hingga 14 hari ke depan,” kata Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Kota Pariaman, Syahrul seperti dilansir dari Kompas, Senin (20/7). “Sudah ada 20 orang hasil tracing yang dites swab. Kita akan terus melakukan tracing, termasuk ke siswa.”
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Pariaman, Kanderi menjelaskan tentang guru yang terkena COVID-19 tersebut. Ia juga turut memaparkan data jumlah siswa yang telah masuk kembali ke sekolah dalam sepekan terakhir.
”Dia (guru yang terinfeksi virus corona) sudah sempat mengajar di kelas secara tatap muka. Tim gugus tugas sudah melakukan tracing untuk siswa dan guru yang melakukan kontak,” jelas Kanderi. “Ada sekitar 90 siswa yang diajar secara tatap muka oleh guru itu. Kemudian 40 orang guru dan karyawan sekolah.”
Lebih lanjut Kanderi menjelaskan jika guru tersebut pertama kali ketahuan terkena virus corona setelah menjalani tes swab massal di Kota Pariaman yang diadakan terhadap 1.500 guru. “Tes massal ini dilakukan pada Jumat lalu dan hasilnya diketahui dua orang positif pada Minggu kemarin,” kata Kanderi.
Kanderi juga membantah jika sekolah tidak menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Menurutnya, protokol kesehatan selalu diterapkan secara ketat dan disiplin pada guru dan seluruh siswa yang sudah mulai bersekolah.
(wk/lian)