Seorang pria di Nusa Tenggara Barat (NTB) tertangkap setelah mengedarkan sabu. Semakin ironis, pria ini ternyata berstatus sebagai pasien positif virus corona. Bagaimana ceritanya?
- Ruth Meliana
- Rabu, 22 Juli 2020 - 11:56 WIB
WowKeren - Seorang pria berinisial HS (35) ditangkap kepolisian Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Ia ditangkap setelah diduga mengedarkan barang haram narkoba berupa sabu.
Semakin ironis, pria di Nusa Tenggara Barat (NTB) ini ternyata merupakan pasien positif virus corona (COVID-19). Akibatnya, Anggota Satuan Reserse Narkoba Polresta Mataram harus memakai alat pelindung diri (APD) saat akan meringkus HS.
”Karena pelaku ini pasien positif COVID-19,” kata Kasat Resnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson di Mataram, Selasa (21/7). “Petugas menggunakan APD lengkap saat menangkapnya.”
Kronologi penangkapan HS ini terjadi pada Selasa (21/7) sore di sekitar rumahnya yang terletak di wilayah Gontoran Barat, Kota Mataram, NTB. Dalam aksi penangkapan ini, polisi juga menemukan sejumlah barang bukti.
Adapun barang bukti yang berhasil diambil dari tangan HS berupa klip plastik bening berisi sabu yang siap diedarkan. Selain itu, petugas juga menemukan alat isap sabu beserta klip plastik bening kosong. Polisi menduga plastik tersebut merupakan bekas bungkus sabu.
Kepada polisi, HS mengaku mendapatkan barang-barang tersebut dari Karang Bagu. “Jumlahnya 12 paket siap edar, mengakunya dapat di Karang Bagu,” jelas Elyas.
Polisi melakukan penangkapan dan penggeledahan dengan mengikuti protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Informasi HS sebagai pasien positif COVID-19 sendiri didapatkan polisi dari Gugus Tugas COVID-19.
Rupanya, HS tadinya merupakan pasien positif COVID-19 yang dikarantina RS Darurat Asrama Haji NTB. Ia kemudian nekat kabur pada pekan lalu dari lokasi karantina dengan kondisi yang masih belum sembuh.
Kini, pihak kepolisian tidak membawa HS ke tahanan namun ke rumah sakit terlebih dahulu untuk diisolasi. “Jadi HS sudah kami arahkan untuk dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram. Akan di-swab (tes usap) lagi di sana,” pungkas Elyas.
(wk/lian)