Perbuatan tak bertanggung jawab rupanya tak berhenti sampai di situ. Kepala DPU Kota Bandung Didi Ruswandi mengatakan jika pelaku juga melakukan aksi perusakan di taman kota.
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 22 Juli 2020 - 12:54 WIB
WowKeren - Pencurian fasilitas umum masih marak terjadi. Seperti yang ada di Bandung, dimana banyak lampu taman maupun lampu hias penerangan jalan raib dicuri oknum warga yang tidak bertanggung jawab.
Akibat tindakan tidak bertanggung jawab ini, Pemerintah Kota Bandung menaksir kerugian mencapai Rp 2 miliar dalam waktu 3 tahun terakhir.
Perbuatan tak bertanggung jawab rupanya tak berhenti sampai di situ. Kepala DPU Kota Bandung Didi Ruswandi mengatakan jika pelaku juga melakukan aksi perusakan di taman kota.
"Orang yang tidak bertanggungjawab selain mencuri lampu PJU," kata dia di Balai Kota, Selasa (21/7). "Juga melakukan aksi vandalisme di taman-taman kota."
Mirisnya lagi, pelaku tak hanya mencuri bola lampu PJU klasik namun aksesorisnya pun juga ikut digondol. Pasalnya, aksesoris tersebut banyak diincar karena bisa dipakai di rumah. Alhasil aksesoris yang berupa maung harimau pun raib. "Aksesoris PjU berupa maung-maung (harimau) terbuat dari besi ikut hilang," ujar Didi.
Ia kemudian mencontohkan kondisi lampu yang ada di sepanjang Jalan Cibadak. Tak hanya lampunya saja yang hilang, namun juga rumah lampu. Begitu juga dengan Lampu klasik di Jalan Braga, Wastukencana dan jalan lainnya banyak yang hilang. Sehingga jika ditotal, kerugian dalam tiga tahun terakhir bisa mencapai Rp 2 miliar.
Sedangkan pencurian terbanyak terjadi di sepanjang Ir H Juanda (Dago). Hampir 90 persen lampu hilang. Kendati demikian, kondisi jalan tidak terlalu gelap karena masih ada PJU yang berlokasi di median jalan yang cukup tinggi sehingga cukup menyulitkan pelaku pencurian.
Meskipun ada CCTV namun rupanya aksi pencurian ini tidak tertangkap kamera. Pasalnya, CCTV yang dipasang utamanya menyorot persimpangan jalan, sedangkan PJU klasik berada di badan jalan.
Karena keberadaan lampu ini penting untuk penerangan warga selama berada di jalan, Pemkot Bandung pun segera mengganti bola-bola yang hilang dengan menganggarkan dana sebesar Rp 18 miliar. Sedangkan untuk akesorisnya menyusul belakangan karena terbatasnya anggaran.
(wk/zodi)