Bupati Pemalang, Junaedi bersama sang istri, Irna Setiawan dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Gugus Tugas COVID-19 lantas mengungkapkan kondisi mereka.
- Ruth Meliana
- Rabu, 22 Juli 2020 - 13:07 WIB
WowKeren - Kabupaten Pemalang kembali mencatat penambahan kasus virus corona (COVID-19). Kali ini, Bupati Pemalang, Junaedi sendiri menjadi pasien virus corona setelah mencatatkan hasil positif pada swab test.
Kabar tersebut diumumkan secara langsung oleh Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pemalang, Tutuko Raharjo. Ia juga melaporkan istri Bupati Pemalang, Irna Setiawan ikut tertular virus corona.
Tutuko juga mengungkapkan adanya dua pejabat lainnya di Pemerintah Kabupaten Malang yang juga dinyatakan positif COVID-19. Konfirmasi ini diketahui dari hasil swab test yang mereka jalani kemarin.
”Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium terdapat empat orang terkonfirmasi positif,” kata Tutoko dalam konferensi pers di Posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemalang, Selasa (21/7). “Keempatnya berinisial J, 58 tahun, IS, 48 tahun, MA, 54 tahun, dan BS, 59 tahun.”
”Betul itu (Bupati Pemalang) dengan Ibu (istri), dengan Pak Sek (Sekda) dan salah satu pejabat eselon II,” sambungnya. “Jadi pejabat eselon II-nya dua.”
Lebih lanjut Tutoko menjelaskan jika kondisi Junaedi bersama sang istri sehat dan tidak memiliki penyakit penyerta (komorbid). Ia menegaskan jika keempatnya saat ini menjalani perawatan dan isolasi di rumah sakit dalam kondisi sehat. Tutoko menyebut baik Junaedi dan istri beserta pejabat yang psoitif corona merupakan orang tanpa gejala (OTG).
”Kondisi beliau (Junaedi) baik, stabil. Yang bersangkutan tidak memiliki komorbid (penyakit bawaan). Istrinya kondisinya juga stabil,” ungkap Tutoko. “Saat ini keempatnya sudah menjalani perawatan dan karantina di rumah sakit.”
Tutuko sendiri menjelaskan jika keempatnya memiliki mobilitas yang tinggi setiap harinya, sehingga meningkatkan kemungkinan mereka tertular. Meski demikian, ia tak menjelaskan lebih lanjut riwayat kontak Bupati dan tiga orang lainnya sebelum terinfeksi virus corona.
”Bahkan sampai dengan hari ini beliau-beliau ini masih melaksanakan aktivitas bersama Gugus Tugas dan masih memberi arahan kepada kami semua,” jelas Tutoko. “Dan itulah yang kita kenal, familier dengan orang tanpa gejala atau OTG.”
”Kami terus secara gencar mensosialisasikan penerapan protokol kesehatan sebagai langkah konkrit adaptasi kebiasaan baru,” sambungnya. “Rantai penularan COVID-19 masih ada di sekitar kita dan dapat menular kepada siapa saja.”
(wk/lian)