Update Corona RI Tak Lagi Jadi Konsumsi Media, Pakar: Bikin Tenang Warga
Nasional

Perkembangan kasus virus corona yang biasa disampaikan Pemerintah Indonesia setiap hari melalui siaran pers kini sudah dihapus. Ahli epidemiologi langsung menyambut baik.

WowKeren - Pemerintah Indonesia saat ini telah memutuskan untuk tidak lagi mengumumkan perkembangan kasus virus corona melalui siaran pers. Keputusan tersebut ternyata langsung disambut baik oleh ahli epidemiologi.

Sebelumnya, pemerintah melalui Juru Bicara Percepatan Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto selalu mengumumkan ke publik update harian kasus virus corona. Hal ini biasa disampaikan melalui siaran pers secara langsung dari televisi maupun YouTube setiap sore.

Adapun laporan harian yang biasa disampaikan Yurianto adalah penambahan kasus positif, kasus sembuh, kasus meninggal, kasus suspek, jumlah tes spesimen harian, serta provinsi terdampak COVID-19. Namun mulai sekarang, masyarakat hanya bisa melihat laju penambahan kasus harian melalui lama covid19.go.id.

Pakar Epidemiologi Universitas Indonesia, Pandu Riono lantas menilai keputusan tersebut sebagai hal yang tepat. Pasalnya, keputusan itu dapat memberikan dampak yang positif bagi masyarakat agar tidak selalu panik dan bisa tenang dalam menjalani hidup di tengah situasi pandemi.


”Mungkin jauh lebih baik, masyarakat bisa tenang, mungkin (masyarakat) ga ngerti juga,” kata Pandu melalui sambungan telepon, seperti dilansir dari CNNIndonesia pada Rabu (22/7). “Ya baguslah, bosen juga yang dilaporkan kasus kematian, kasus positif, membuat panik.”

Pandu juga meyakini jika keputusan pemerintah tidak melaporkan kasus harian semata-mata merupakan langkah untuk membuat masyarakat tenang. Dengan begitu, masyarakat Indonesia dapat melakukan aktivitas sehari-hari mereka dengan produktif tanpa rasa takut.

Walau begitu, Pandu tetap menyarankan pemerintah untuk melaporkan analisis perkembangan kasus mingguan secara berkala. Hal ini bertujuan untuk tetap membuat masyarakat mengerti situasi terkini dan memberikan edukasi mengenai pentingnya penerapan protokol kesehatan COVID-19.

”BNPB kan kerjanya memang menenangkan masyarakat saja, bukan menanggulangi pandemi,” terang Pandu. “Yang harus diumumkan itu hasil analisisnya, tren, dan konsekuensinya apa, mengapa kondisi itu bisa terjadi, penanganannya seperti apa, mungkin (dilaporkan) setiap minggu.”

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait