Minta Pilkada Tetap Pakai Tinta Celup, Eks Jubir Corona: Virus Tidak Masuk Lewat Jari
Nasional

Mantan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto mengikuti simulasi Pilkada Serentak di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Rabu (22/7) hari ini.

WowKeren - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak tetap akan digelar pada Desember 2020 mendatang. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto pun diundang untuk mengikuti simulasi Pilkada di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Rabu (22/7) hari ini.

Dalam kesempatan tersebut, pria yang akrab disapa Yuri itu mengecek protokol kesehatan yang akan diterapkan dalam Pilkada tahun ini guna mencegah penularan virus corona (COVID-19). Mantan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 ini mengkritik langkah KPU yang mengganti tinta celup dengan tinta oleh di Pilkada 2020.

Sebagai informasi, tinta biasanya digunakan oleh petugas Tempat Pemungutan Suara (TPS) sebagai tanda untuk warga yang telah menggunakan hak pilihnya. Biasanya, warga diminta untuk mencelupkan jari tangannya ke dalam wadah berisi tinta.

Menurut Yuri, KPU salah kaprah dalam mengganti tinta celup yang dengan tinta yang dioleskan oleh petugas di TPS. "Virus itu hanya masuk lewat saluran pernapasan, tidak masuk lewat jari," terang Yuri kepada Komisioner KPU.


Menanggapi kritik Yuri, Komisioner KPU I Dewa Raka Sandi menjelaskan bahwa penggantian tinta celup menjadi tinta oles ini memang sengaja dilakukan di tengah pandemi corona. Pasalnya, KPU ingin menghindari potensi penularan yang mungkin terjadi saat pemilih menggunakan tinta celup di satu wadah yang sama. "Takutnya juga orang jadi tidak mau mencelupkan jarinya," jelas Dewa.

Meski demikian, Yuri menilai bahwa penggunaan tinta oles justri lebih rentan terjadi penularan virus corona. Pasalnya, tutur Yuri, jumlah petugas di dalam TPS akan bertambah karena harus mengoleskan tinta kepada setiap warga.

Oleh sebab itu, Yuri menyarankan agar KPU kembali menggunakan tinta celup. Selain itu, KPU juga diminta untuk menggencarkan sosialisasi bahwa penggunaan tinta celup tidak akan menjadi media penularan virus.

"Mungkin disiapkan saja kayak yang model lama yang dicelupkan," ujar Yuri. "Tapi dari awal sudah kita sampaikan bahwa tidak akan menular melalui tinta."

Di sisi lain, simulasi Pilkada yang digelar pada hari ini dilakukan dengan 500 peserta yang berasal dari pegawai KPU, pemantau Pemilu, media massa, dan perwakilan pemerintah. Nantinya, Pilkada 2020 akan dilakukan secara serentak di 270 daerah pada 9 Desember 2020 mendatang.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait