LIPI Jawab Permintaan 'Mustahil' Jokowi Soal Vaksin Corona
Nasional

Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia (LIPI) menjawab permintaan Presiden Jokowi soal uji klinis vaksin COVID-19 buatan Sinovac dari Tiongkok agar bisa diselesaikan dalam waktu 3 bulan.

WowKeren - Presiden Joko Widodo meminta agar uji coba vaksin COVID-19 yang berasal dari Tiongkok bisa segera diselesaikan dalam waktu 3 bulan ke depan. Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia (LIPI) buka suara menjawab permintaan Presiden tersebut.

LIPI mengatakan bahwa uji klinis fase III vaksin COVID-19 buatan Sinovac dari Tiongkok setidaknya membutuhkan waktu sekitar enam bulan. Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Kepala Laboratorium Rekayasa Genetika Terapan dan Protein Desain LIPI, Wien Kusharyoto.

Ketua tim riset FK Unpad Kusnandi Rusmil selaku pihak yang melakukan uji klinis vaksin bersama Bio Farma telah mengatakan uji klinis tidak bisa dilakukan dalam waktu 3 bulan. Unpad akan menguji vaksin tersebut terhadap 1.620 orang.

"Beberapa perusahaan yang sedang atau akan melakukan uji klinis tahap III menyebutkan bahwa mereka butuh waktu 6 bulan, terutama karena (sampel) yang diuji jauh lebih banyak dari tahap I/II," kata Wien dilansir CNNIndonesia, Kamis (23/7).

Wien menjelaskan uji klinis fase III dilakukan untuk menguji efektivitas (efficacy) dan manfaat vaksin dalam mencegah virus infeksi. Fase III dilakukan untuk membuktikan bahwa vaksin efektif dan bermanfaat untuk mencegah infeksi sesuai target populasinya.

Selain itu, fase III dilakukan untuk memperoleh data yang lebih meyakinkan terkait efek samping yang tak terdeteksi di fase uji klinis sebelumnya. Oleh karena itu, evaluasi membutuhkan waktu untuk mengumpulkan dan menginterpretasikan datanya.


"Di samping itu, karena jumlah yang dievaluasi lebih banyak, diharapkan akan diperoleh pula data yang lebih meyakinkan terkait keamanan (safety) dari vaksinnya, misalnya apakah ada efek samping lainnya yang muncul, yang sebelumnya tidak terdeteksi di tahap uji klinis sebelumnya," terangnya.

Sebelum dipasarkan, Wien mengatakan vaksin membutuhkan sertifikasi dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) untuk mendapatkan izin edar. Ia berharap agar vaksin bisa diedarkan dengan cepat.

"Vaksin tersebut kemudian dapat digunakan dalam konteks emergency use atau compassionate use dan tetap akan dievaluasi lebih lanjut," imbuhnya. Ia juga mengingatkan waktu yang diperlukan untuk mengedarkan vaksin tergantung kesiapan lembaga atau instansi untuk memproduksi vaksin.

Sebelumnya, Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan uji klinis vaksin COVID-19 dijadwalkan mulai pada Agustus mendatang dan berjalan selama enam bulan. Jadi, proses uji klinis ditargetkan selesai pada Januari 2021 mendatang.

"Apabila uji klinis vaksin COVID-19 tahap 3 lancar, maka Bio Farma akan memproduksinya pada kuartal I 2021 mendatang," katanya dalam keterangan resmi, Senin (20/7).

Sejalan dengan itu, lanjutnya, induk holding BUMN farmasi itu juga akan menyiapkan fasilitas produksinya. "Kami sudah mempersiapkan fasilitas produksinya di Bio Farma, dengan kapasitas produksi maksimal di 250 juta dosis", sambungnya.

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait