Pakar Dari Unair Jawab Risiko Soal Hewan Kurban Tularkan Virus Corona
Nasional

Menjelang perayaan Idul Adha, ahli kedokteran dari Universitas Airlangga (Unair) menjawab terkait kemungkinan hewan kurban dapat menularkan virus corona (COVID-19).

WowKeren - Hari Raya Idul Adha jatuh pada Jumat (31/7) mendatang. Perayaan Idul Adha tahun ini sendiri cukup berbeda dari tahun-tahun sebelumnya akibat adanya pandemi virus corona (COVID-19).

Menjelang Idul Adha, masyarakat mulai memburu dan menyiapkan hewan kurban. Namun, rupanya sejumlah masyarakat cukup khawatir jika hewan kurban mampu menularkan virus corona kepada manusia.

Ahli Kedokteran Hewan dari Universitas Airlangga (Unair), Prof. Suwarno lantas menjelaskan jika hewan kurban tidak menularkan virus corona. Pasalnya, struktur sel hewan tidak cocok dengan reseptor virus corona sehingga kecil kemungkinan akan menularkan COVID-19.

”Hewan tidak beresiko tertular atau menularkan virus corona dari orang yang terkena COVID-19,” kata Suwarno seperti dilansir dari Suara Surabaya, Kamis (23/7). “Tetapi yang berbahaya adalah penularan dari orang yang terkena COVID-19.”

”Sel pada manusia cocok dengan reseptor COVID-19, namun pada hewan berbeda,” sambung Dosen Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Unair ini. “Sehingga inilah yang menyebabkan COVID-19 tidak dapat menular ke hewan.”


Meski demikian, Suwarno tetap mengimbau kepada masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 secara ketat selama melakukan ibadah Idul Adha. Salah satunya adalah saat pelaksanaan ibadah kurban yang berpotensi menciptakan kerumunan orang.

”Tidak ada penularan COVID-19 dari manusia ke hewan atau sebaliknya,” jelas Suwarno.”Yang ada adalah penularan dari manusia ke manusia. Untuk menghindari ini, kita harus menggunakan alat pelindung diri (APD) dan menerapkan protokol kesehatan. Panitia kurban harus benar-benar selektif dalam hal ini.”

Hal serupa juga diutarakan oleh Ketua Departemen Klinik Veteriner FKH Unair, Prof. Wiwik Misaco Yuniarti. Ia menegaskan hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang menyebutkan hewan kurban bisa menjadi sumber penularan virus corona pada manusia.

Senada dengan rekannya, Wiwik juga berpesan agar pelaksanaan ibadah kurban tahun ini bisa menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, dan membersihkan tangan. Hal tersebut terutama wajib dilakukan oleh penjual, pemotong, dan pemproses hewan kurban serta pendistribusi daging.

“Segala hal mulai dari limbah, proses penyembelihan, pemotongan, hingga pengantaran harus diperlakukan berbeda dengan tahun sebelumnya. Pelaksaannya kali ini harus dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan,” tutur Wiwik. “Marilah kita bersama-sama menaati semua peraturan yang ada, agar kita dapat melakukan aktivitas Idul Adha dengan tenang, khitmad, dan aman.”

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait