Mayoritas Stasiun Dibuat Underground, Tanah Lunak di Jakarta Jadi Tantangan MRT
Nasional

PT MRT Jakarta telah menyiapkan tiga tahap pembangunan. Terkait kondisi tanah yang lunak, maka pihaknya akan melakukan perbaikan untuk menguatkan tanah

WowKeren - Pembangunan Fase II MRT Jakarta harus menghadapi tantangan tersendiri. Apalagi mengingat sebagian besar stasiunnya nanti akan dibangun di bawah tanah.

Pasalnya, kondisi tanah di Jakarta cukup lunak dan rawan mengalami pergerakan. "Soft soil dan land subsidence ini yang kita hadapi dari Thamrin ke Kota, kita sudah menghadapi itu," kata Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta Silvia Halim saat konferensi pers virtual, Rabu (22/7).

Sehingga untuk pengerjaannya, tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Untuk itu, PT MRT Jakarta telah menyiapkan tiga tahap pembangunan. Terkait kondisi tanah yang lunak, maka pihaknya akan melakukan perbaikan untuk menguatkan tanah.

"Pertama terhadap kondisi tanah itu kita melakukan soil improvement untuk meningkatkan kekuatan tanah tersebut," kata Silvia. "Atau properti tanah itu supaya tanah itu lebih stabil pada saat kita mulai melakukan penggalian."


Lalu tahap selanjutnya ada langkah building monitoring system. Langkah ini dilakukan sebelum memulai aktivitas di lapangan. Pertama yang dilakukan adalah mengecek kondisi gedung-gedung yang ada di sekitar Stasiun MRT.

"Kita cek kondisinya mereka seperti apa, sudah mengalami penurunan atau seperti apa, kita record. Kita ukur," terang Silvia. "Habis itu kita akan pasang beberapa instrumen untuk memonitor itu selama konstruksi apakah dia akan mengalami pergerakan atau tidak. Itu sebagai untuk memitigasi proyek juga."

Sehingga jika memang ada indikasi terjadinya pergerakan, pihak MRT bisa mengetahui lebih awal. Sehingga tindak lanjutnya pun bisa segera dilakukan.

Lalu di tahap ketiga ada yang namanya construction method. Pada langkah ini, akan dipasang dinding di bawah tanah yang berfungsi untuk menahan tanah. Dinding ini memiliki ketebalan 1 meter dan sangat penting untuk mencegah terjadinya pergerakan tanah pada saat proses penggalian.

Sementara itu, kondisi tanah yang lunak di Jakarta juga sempat disoroti oleh BNPB. Pasalnya, kondisi tanah lunak menyebabkan gempa yang terjadi di sekitar Banten pada Selasa (7/7) lalu terasa sampai Jakarta.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait