Sampoerna Foundation Buka Suara Soal Kisruh Dana Organisasi Penggerak Kemendikbud
Nasional

Sampoerna Foundation buka suara terkait tuduhan penerimaan dana dari Kemendikbud sebagai salah satu organisasi penggerak yang terpilih dalam program POP oleh Ketua Komisi X DPR RI.

WowKeren - Putera Sampoerna Foundation buka suara soal kisruh penerima dana Organisasi Penggerak di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Head of Marketing & Communications, Putera Sampoerna Foundation Ria Sutrisno menuturkan pihaknya "bukan merupakan organisasi Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT HM Sampoerna Tbk".

"Putera Sampoerna Foundation adalah yayasan usaha sosial yang didirikan dan bertujuan meningkatkan kualitas dan akses pendidikan bagi bangsa Indonesia," kata Ria dalam keterangannya, dilansir CNNIndonesia, Kamis (23/7). "Dalam melaksanakan kegiatan operasionalnya, yayasan tidak menggunakan dana operasional korporasi dari PT HM Sampoerna Tbk."

Dalam keterangannya, Ria tidak membantah soal penerimaan dana Rp 20 miliar dari program Organisasi Penggerak Kemendikbud. Ia hanya mengklaim dipilih oleh Kemendikbud untuk ambil bagian dalam program itu.

"Putera Sampoerna Foundation secara terbuka telah dipilih oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia untuk menjadi salah satu pelaksana Program Organisasi Penggerak (POP), bersama ratusan organisasi lainnya," tuturnya.


Seluruh dana yang dikelola oleh Putera Sampoerna Foundation pun akan diperiksa secara berkala. "Seluruh pengelolaan dana yayasan dikelola secara profesional dan diaudit secara reguler oleh auditor independen," jelasnya.

Secara umum, Putera Sampoerna Foundation fokus di bidang kualitas pendidikan. Dalam menjalankan visi itu, Putera Sampoerna Foundation banyak bekerjasama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah.

"Yayasan dalam upayanya, bekerja sama dengan mitra yang memiliki komitmen yang sama dalam memajukan pendidikan di Indonesia, baik itu swasta, nasional, dan internasional, termasuk pemerintah daerah, maupun masyarakat," tegasnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda memprotes karena Tanoto Foundation dan Sampoerna Foundation menerima dana dari Kemendikbud sebagai salah satu organisasi penggerak yang terpilih. Ia mengaku heran kenapa dua lembaga besar tersebut mendapatkan dana hibah Kemendikbud. Padahal dua lembaga itu masuk dalam kategori tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait