Meski kasus virus corona (COVID-19) masih mengalami kenaikan setiap hari, namun zona merah di Provinsi DKI Jakarta dilaporkan hanya tinggal dua wilayah ini. Mana saja?
- Ruth Meliana
- Kamis, 23 Juli 2020 - 15:45 WIB
WowKeren - Kasus virus corona (COVID-19) di provinsi DKI Jakarta masih terus mengalami kenaikan yang cukup signifikan setiap harinya. Meski demikian, saat ini hanya ada dua wilayah di DKI yang masih dalam zona risiko tinggi atau zona merah penyebaran virus corona.
Kedua wilayah yang masuk kategori zona merah adalah Jakarta Pusat (Jakpus) dan Jakarta Barat (Jakbar). Sementara wilayah ibu kota lainnya, seperti Jakarta Timur, Jakarta Utara, Jakarta Selatan, dan Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu telah bertransformasi menjadi zona oranye.
Sebagai informasi, selama pandemi virus corona ini Indonesia telah menerapkan 4 kategori zona wilayah. Pertama adalah zona hijau yang berarti suatu wilayah telah bebas dari kasus virus corona.
Kedua ada zona kuning yang berarti penyebaran virus asal Wuhan, Tiongkok di suatu wilayah rendah. Lalu ada zona oranye yang menandakan suatu wilayah menjadi risiko penyebaran virus corona sedang. Dan terakhir adalah zona merah yang artinya memiliki risiko penyebaran COVID-19 tinggi di suatu daerah.
Fakta tersebut didapatkan berdasarkan data dari covid19.go.id yang diperbarui pemerintah setiap harinya. Sedangkan dari laman corona.jakarta.go.id, DKI Jakarta telah melaporkan ada 266 dari 267 kelurahan yang terdampak virus corona.
Adapun kelurahan dengan kasus COVID-19 tertinggi di Jakarta berada di Kelurahan Pademangan Barat sebesar 217 kasus. Lalu ada Kelurahan Penjaringan sebanyak 196 kasus, Kelurahan Sunter Agung sebanyak 190 kasus, Kelurahan Sunter Jaya 154 kasus, dan Kelurahan Petamburan 148 kasus virus corona.
Selain kasus terbanyak, lima kelurahan di DKI ini juga mencatatkan angka kesembuhan tertinggi. Diantaranyan adalah Pademangan Barat 170 orang sembuh, Sunter Agung sebanyak 166 orang, Penjaringan sebanyak 141 orang, Petamburan 132 orang, dan Kenari 126 orang.
Sementara itu, Jakarta telah mencatatkan positivity rate atau presentase kasus virus corona sebesar 13,3 persen hingga Selasa (21/7) lalu. Total ada 17.529 kasus positif. Sebanyak 11.187 sembuh dan 766 orang meninggal dunia.
(wk/lian)