Sebanyak 1.295 anak-anak di Jatim terinfeksi virus corona. Menurut petugas tracing dari Gugus Tugas Jawa Timur, anak-anak tersebut tertular oleh orang tua dan asisten rumah tangga yang positif COVID-19
- Nidya Putri
- Kamis, 23 Juli 2020 - 15:57 WIB
WowKeren - Angka positif virus corona (COVID-19) di Jawa Timur (Jatim) masih tinggi. Hingga saat ini, sebanyak 1.295 anak-anak di Jatim terinfeksi virus yang menyerang saluran pernapasan tersebut.
Dari total 1.295, 3 di antaranya meninggal dunia. Sedangkan yang dirawat ada lebih dari 600 anak dan sisanya dinyatkan sembuhu.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh petugas tracing dari Gugus Tugas Jawa Timur, Dokter Kohar Hari Santoso di gedung negara Grahadi Surabaya. Diketahui, banyak anak-anak yang terpapar COVID-19 karena tertular orang tuanya dan sejumlah asisten rumah tangga yang dinyatakan positif.
"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan melakukan jaga jarak dan meningkatkan imun tubuh," ujarnya.
Sementara itu, hingga saat ini Jawa Timur masih tertinggi di Indonesia kasus COVID-19. Sebanyak 19.093 kasus orang terpapar virus corona, namun yang dirawat sebanyak rawat 7.137 dan yang sembuh sebanyak 10.460 orang. Sedangkan yang meninggal dunia 1.496.
Tingkat kesembuhan pasien COVID-19 di Jatim pun semakin meningkat lantara 24 daerah di provinsi setempat mencapai rata-rata di atas 50 persen. Bahkan tiga daerah di antaranya menembus angka 90 persen.
Adapun tiga daerah dengan tingkat kesembuhan tinggi itu adalah Tulungagung 243 pasien positif (sembuh 236 orang), Bondowoso 35 pasien positif (sembuh 30 orang) dan Banyuwangi 48 pasien positif (sembuh 38 orang).
Pencapaian ini sendiri karena dukungan deteksi dini melalui tes yang dilakukan dalam jumlah besar. Seperti yang diketahui, Pemprov Jawa Timur telah melakukan rapid test atau tes cepat kepada 598.065 warganya atau 1 dari 66 warga Jatim telah mengikuti tes cepat.
Data dari BPS Jawa Timur menyebutkan menurut perhitungan 2019, penduduk Jawa Timur berjumlah 39.698.631 orang. Tak hanya itu, Jatim juga telah melakukan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) atau tes swab kepada 106.262 warganya atau 1 dari 367 warga Jatim telah mengikuti tes PCR.
(wk/nidy)