Melansir situs corona.jakarta.go.id pada Jumat (24/7), keseluruhan 267 kelurahan di Ibu Kota kini telah mencatatkan adanya kasus positif virus corona (COVID-19).
- Bertilia Puteri
- Jumat, 24 Juli 2020 - 17:40 WIB
WowKeren - Setelah bebas virus corona selama lima bulan, Kelurahan Roa Malaka, Kabupaten Tambora, Jakarta Barat melaporkan kasus positif COVID-19 pertamanya pada Kamis (23/7). Hal ini dibenarkan oleh Sekretaris Kelurahan Roa Malaka, Danur.
"Iya per semalam dapet infonya," jelas Danur dilansir Kumparan pada Jumat (24/7) hari ini. "Sebenarnya sedang isolasi mandiri, tapi akhirnya kita swab tadi."
Danur menjelaskan bahwa kasus positif corona pertama di Roa Malaka adalah sepasang suami istri. Berdasarkan informasi yang didapat Danur. pasutri tersebut memiliki usaha di Pasar Senen. "Dua, suami istri. Infonya ada usaha di Pasar Senen kayaknya," ujar Danur.
Setelah Roa Malaka "kebobolan", maka seluruh kelurahan di DKI Jakarta kini telah terpapar virus corona. Melansir situs corona.jakarta.go.id pada Jumat (24/7), 267 kelurahan di Ibu Kota telah mencatatkan adanya kasus positif COVID-19.
Sementara itu, hingga kini DKI telah mencatatkan 18.230 kasus positif COVID-19. Dari jumlah tersebut, 11.585 pasien dinyatakan sembuh dan 768 orang dilaporkan meninggal dunia. Sebanyak 1.300 pasien positif COVID-19 masih dirawat, dan 4.577 orang menjalani karantina mandiri.
Di sisi lain, DKI selalu mencatatkan angka kasus harian COVID-19 tertinggi di Indonesia dalam beberapa hari terakhir ini. Menurut Gubernur DKI Anies Baswedan, hal ini terjadi karena Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serius menangani pandemi COVID-19.
Lebih detail dijelaskan Anies, maksudnya Pemprov DKI saat ini memang memperbanyak kapasitas tes demi melacak orang-orang yang positif, terutama mereka yang tanpa gejala atau asimptomatik. Bahkan Ibu Kota saat ini memperbanyak jumlah tes sampai empat kali lipat dari anjuran.
"Kami tidak mau mengurangi testing agar terkesan jumlah positifnya terlihat kecil. Tujuannya bukan membuat kesan aman, tapi kami ingin menyelamatkan rakyat," ujar mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu pada Jumat (24/7). "Nah, karena semakin banyak yang terdeteksi, Insya Allah maka makin cepat kita memutus mata rantai."
(wk/Bert)