Menurut Wiku, sistem pelaporan masih belum terintegrasi secara optimal. Akibatnya, laporan dari sejumlah daerah masih belum bisa diakses langsung oleh publik
- Zodiak Yanuarita
- Sabtu, 25 Juli 2020 - 08:39 WIB
WowKeren - Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan jika data kematian pasien COVID-19 yang meninggal di Indonesia masih naik turun. Hal itu disebutkannya karena terkait dengan sistem pelaporan.
Menurut Wiku, sistem pelaporan masih belum terintegrasi secara optimal. Akibatnya, laporan dari sejumlah daerah masih belum bisa diakses langsung oleh publik maupun dicatat oleh pemerintah.
Ia kemudian mencontohkan jumlah kematian yang terjadi pada 23 Juli. Di hari itu, Indonesia mencatat sebanyak 117 orang meninggal. Sedangkan sehari sebelumnya angka meninggal mencapai yang tertinggi dalam seharinya yakni sebanyak 139 orang.
Kendati demikian, penyebab masih naik turunnya jumlah kematian di Indonesia juga tak hanya disebabkan karena masih belum optimalnya pelaporan. Bisa jadi, kasus meninggal masih fluktuatif karena memang terkait penanganan kasus.
"Kalau kita lihat di sini, jumlah meninggal cenderung terlihat fluktuatif, salah satu halnya mungkin dalam penanganan kasus-kasus berat sehingga menimbulkan dampak kematian," kata Wiku di Kantor Presiden, Jumat (24/7). "Atau bisa disebabkan sistem pelaporan yang belum terintegrasi secara optimal di Indonesia."
Sehingga, ia menuturkan jika untuk melihat perkembangan kasus meninggal sebaiknya tidak hanya berpaku pada jumlah harian namun juga mingguan. Persentase kematian akibat COVID-19 di Indonesia masih terbilang tinggi.
Pada bulan Maret lalu, persentase, kasus meninggal dari kasus positif COVID-19 di tingkat nasional berada di angka maksimum sebesar 9,34 persen dan rata-rata sebesar 4,89 persen. Persentase ini kemudian naik di bulan berikutnya, lalu turun lagi di bulan Mei.
"Di April angkanya meningkat lagi maksimumnya 9,5 persen dan rata-ratanya 8,64 persen. Jadi cukup tinggi dibanding Maret," tutur Wiku menjelaskan. "Sedangkan Mei, sudah mulai menurun dengan rata-rata 6,68 persen dan maksimum 7,66 persen."
Perkembangan kasus COVID-19 pada Jumat (24/7) kemarin, Indonesia mencatat akumulasi pasien positif sebanyak 95.418 orang. Hal itu usai ada penambahan kasus baru sebanyak 1.761 dari hari sebelumnya.
(wk/zodi)