Nama Kampus Terseret di Isu 'Sekte Pemujaan Setan', Itenas Bandung Beri Klarifikasi
Nasional

Sebuah video yang disebut sebagai aktivitas 'pemujaan setan' menghebohkan media sosial Twitter. Isu 'sekte pemuja setan' tersebut lantas merujuk ke nama kampus Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung.

WowKeren - Media sosial Twitter sempat dihebohkan oleh video aktivitas yang disebut sebagai "pemujaan setan" di salah satu kampus swasta di Bandung, Jawa Barat. Sejumlah warganet menyebut bahwa aktivitas tersebut dilakukan oleh mahasiswa Institut Teknologi Nasional (Itenas), Bandung.

Dalam salah satu tangkapan layar yang beredar, tampak beberapa orang mengenakan jubah hitam dan merah. "Katanya buat performing arts, tapi nyatanya emg ada sekte pemujaan setan di salah satu kampus di Bandung," demikian keterangan dalam foto tersebut.

Pihak kampus Itenas Bandung lantas memberikan klarifikasi usai namanya terseret dalam isu tersebut. Melalui pernyataan tertulis yang diunggah ke akun media sosial Itenas, pihak kampus menegaskan bahwa isu "sekte pemuja setan" adalah hoaks.

"Surat klarifikasi sehubungan dengan beredarnya berita/informasi/video/postingan di media sosial Instagram, Twitter dan Youtube 'Kampus Pemujaan Setan di Bandung' dengan hashtag # Bandung # PemujaanSetan # Kampus, kami menilai adanya penggiringan opini/persepsi bahwa kegiatan pemujaan setan yang dimaksud terjadi di kampus kami, Institut Teknologi Nasional Bandung," terang Kepala Biro Kerja Sama, Humas, dan Pemasaran Itenas, Yulianti Pratama, dalam keterangan tertulisnya pada Jumat (24/7). "Hal ini terlihat dari pernyataan “di kampus It*n*s” yang terletak di Jl. PHH Mustapa Bandung."


Yulianti menegaskan bahwa narasi atau unggahan yang menyebut adanya "sekte pemuja setan di kampus" dan merujuk pada Itenas Bandung adalah tidak benar dan tidak dapat dipertanggungjawabkan. Namun, Yulianti membenarkan sejumlah foto yang beredar adalah foto mahasiswanya, hanya saja mereka tidak sedang melakukan "pemujaan setan" seperti yang dinarasikan di media sosial.

"Beberapa foto yang disampaikan merupakan kegiatan mahasiswa kami, tetapi sama sekali tidak ada hubungannya dengan 'Ritual Pemujaan Setan' atau 'Sekte Pemujaan Setan'," tegas Yulianto. "Kegiatan tersebut adalah bagian dari kegiatan 'Jumat Seram' atau 'Jumat Senang Ramai-Ramai' yang diadakan oleh mahasiswa kami pada November 2019."

Oleh sebab itu, pihak Itenas menegaskan kembali bahwa tidak ada kegiatan "pemujaan setan" di kampus seperti yang sempat dinarasikan di media sosial. Adapun narasi yang viral di media sosial itu dinilai bertendensi mencemarkan nama baik Kampus Itenas dan melanggar Undang-Undang ITE.

"Oleh karena itu, kami meminta agar pihak-pihak yang dengan sengaja menyebarkan berita/narasi/foto/postingan tersebut agar segera menghentikan dan menghapusnya. Atau pihak- pihak yang menerima berita/narasi/foto/postingan tersebut agar tidak menyebarluaskannya," pungkas Yulianti. "Apabila setelah klarifikasi ini kami masih menemukan berita/narasi/foto/postingan tersebut, kami akan menempuh jalur hukum terhadap pihak-pihak yang menyebarluaskannya."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait