BMKG Beri Peringatan 4 Daerah Ini ‘Kode Merah’ Kekeringan Ekstrem
Nasional

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan bahaya kekeringan ekstrem yang berpotensi melanda 4 daerah Indonesia ini. Mana saja?

WowKeren - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan terkait potensi datangnya gelombang kekeringan ekstrem di Tanah Air. Menurut laporan BMKG, saat ini sudah ada empat daerah di Indonesia yang berstatus awas atau kode merah kekeringan meteorologis.

Adapun empat wilayah yang masuk dalam ancaman kekeringan ekstrem ini berada di provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebanyak tiga kabupaten/kota di NTT dan satu kabupaten di NTB.

BMKG sendiri menyatakan empat kabupaten tersebut sebagai kode merah melalui Surat Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis yang dikeluarkan Deputi Klimatologi BMKG pada Jumat (24/7) lalu. Wilayah itu meliputi Kota Kupang, Kabupaten Belu, Kabupaten Timor Tengah Selatan, dan Kabupaten Dompu.

”Tiga kabupaten/kota di NTT yaitu Kota Kupang, Kabupaten Belu, Kabupaten Timor Tengah Selatan,” kata BMKG dalam keterangan tertulis seperti dilansir dari CNNIndonesia, Minggu (26/7). “Dan satu kabupaten di NTB yaitu Kabupaten Dompu.”


Selain merilis kode merah, BMKG juga melaporkan daerah yang sudah masuk kode oranye kekeringan. Kode oranye sendiri tersebar di sejumlah provinsi, seperti NTT, NTB, Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Sulawesi Selatan.

Meski Indonesia tepatnya di wilayah selatan tengah dihadapkan dengan musim kemarau, BMKG juga memberikan peringatan seputar waspada banjir. BMKG meminta masyarakat yang tinggal di daerah ekuator mewaspadai potensi curah hujan yang berisiko banjir.

”Daerah yang tidak atau belum mengalami musim kemarau, terutama dekat ekuator, perlu waspada potensi curah hujan tinggi,” jelas BMKG. “Hingga sangat tinggi yang berisiko banjir.”

BMKG menjelaskan jika 69 persen wilayah di Indonesia telah memasuki musim kemarau. Hal ini terjadi seiring sirkulasi angin monsun Australia yang dominan dan bersifat kering dari arah timur-tenggara. Wilayah yang memasuki musim kemarau ini tersebar di sejumlah daerah.

Sebanyak 31 persen diantaranya bahkan telah mengalami kondisi kering secara meteorologis. Kondisi ini diketahui setelah BMKG menghitung menggunakan indikator Hari Tanpa Hujan (HTH) berturut-turut atau deret hari kering yang bervariasi mulai dari 21-30 hari, 31-60 hari, dan di atas 61 hari.

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait