Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PPP, Anas Thahir menilai meski ada Komite Kebijakan COVID-19 namun belum menunjukkan tanda-tanda penanganan pandemi berjalan baik.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 28 Juli 2020 - 10:16 WIB
WowKeren - Penambahan kasus positif COVID-19 di Indonesia terus terjadi. Bahkan hal ini semakin menuai sorotan ketika kasus corona di Indonesia tembus di angka 100.000.
Per Senin (27/7), Indonesia mencatat jumlah kumulatif 100.303 kasus corona. Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PPP, Anas Thahir menilai pemerintah telah kehabisan akal dalam menyadarkan masyarakat tentang bahaya virus ini. Hal inilah yang menurutnya menjadi penyebab masih tingginya angka kumulatif kasus di Indonesia.
"Dalam beberapa minggu terakhir pemerintah terkesan kurang kreatif bahkan kehabisan akal," kata Anas melalui keterangan resmi, Senin (27/7). "Dalam menyadarkan masyarakat tentang bahaya COVID-19."
Oleh sebab itu, pemerintah dinilai harus lebih serius dalam melakukan sosialisasi guna meningkatkan kesadaran masyarakat. Tak hanya itu, ia juga menyoroti komite yang baru saja dibentuk oleh Presiden Joko Widodo.
Menurutnya, Komite Kebijakan COVID-19 belum menunjukkan tanda-tanda penanganan pandemi virus corona berjalan baik. "Bahkan sebaliknya malah tampak ada penurunan kedisiplinan protokol kesehatan di tengah masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, jumlah kasus yang melampaui 100 ribu telah membuat 'Silver Play Button' menjadi trending topic di media sosial. Keyword ini diramaikan oleh warganet yang kompak mengkritik pedas perkembangan wabah COVID-19 di Indonesia yang tak lepas dari sikap sejumlah pihak yang percaya teori konspirasi.
Meski penambahan kasus COVID-19 di Indonesia kian tinggi, Ketua Satgas COVID-19, Letjen TNI Doni Monardo menyebut jika pandemi corona di Indonesia belum mencapai puncaknya. "Kenapa Indonesia belum sampai puncak (saya tidak bisa menjawab). Saya juga belum tahu kapan puncak tiba," kata Doni, Senin (27/7).
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito menyebut jika Indonesia masih dalam kondisi krisis. Hal itu mengingat jumlah kasus yang terus meninggi saban hari. "Indonesia masih dalam kondisi krisis dan kita tidak boleh lengah menghadapi COVID-19," kata Wiku.
(wk/zodi)