Mulai Banyak Digemari, Tren Bersepeda Dikhawatirkan Justru Picu Klaster COVID-19
Nasional

Bersepeda memang menjadi pilihan olahraga ringan yang mudah dilakukan. Namun dalam melakukan aktivitas ini protokol kesehatan juga tidak boleh dikesampingkan.

WowKeren - Sejak pelonggaran pembatasan dilakukan di sejumlah wilayah Indonesia, ada satu aktivitas yang mulai banyak digemari masyarakat. Bersepeda belakangan tengah menjadi tren di tengah masyarakat.

Di Medan, Sumatera Utara, tren yang satu ini dikhawatirkan justru bisa memicu terbentuknya klaster baru. Kepala Satpol PP Sumatera Utara, Suriadi menyebutkan jika pihaknya kerap mendapati pesepeda yang tidak menerapkan protokol pencegahan COVID-19.

Misalnya warga yang tidak memakai masker atau yang bandel masih berkumpul tanpa mengindahkan aturan jaga jarak. Tak cukup sampai di situ, tak sedikit dari pesepeda yang turut serta membawa anak kecil bahkan balita.

"Temuan kami di lapangan, warga yang berolahraga masih banyak yang membawa anak kecil, bahkan balita," kata Suriadi, Selasa (28/7). "Tanpa menggunakan masker dan membentuk kerumunan di seputaran Lapangan Merdeka (Medan)."


Pada hari Minggu (26/7) misalnya. Suriadi mengatakan saat melakukan pengawasan di Lapangan Merdeka, para personel Satpol PP Sumut dan Polri banyak melakukan tindakan penertiban terhadap para pesepeda. Selain tidak memakai masker, para pesepeda juga tak menjaga jarak saat berduduk-duduk untuk beristirahat.

Dibanding mereka yang usia produktif, anak-anak dan lansia lebih rentan terpapar COVID-19. Namun, justru kalangan pesepeda tak sedikit datang dari kalangan ini.

"Bahkan ada yang tidak terima saat ditegur petugas untuk disiplin protokol kesehatan," ujar Suriadi. "Anak-anak dan lansia yang ikut bersepeda pun banyak yang tidak mengenakan masker, padahal mereka lebih rentan terinfeksi COVID-19."

Bersepeda memang menjadi pilihan olahraga ringan yang mudah dilakukan. Namun, ia mengingatkan jika dalam melakukan aktivitas ini protokol kesehatan juga harus diterapkan. Sebab aktivitas bersepeda yang dilakukan di keramaian justru bisa memicu klaster bar COVID-19.

Oleh sebab itu, petugas akan menghentikan pesepeda yang kedapatan tidak mengenakan masker dan membubarkan kerumunan. "Bukan hanya di Lapangan Merdeka, tindakan yang sama juga akan dilakukan di lokasi-lokasi lain yang kerap menjadi tempat para pesepeda bertemu atau berkumpul," ujar dia.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait