Saran ini disampaikan oleh Koalisi Pemantau Bansos Jakarta yang terdiri dari sejumlah LSM. Koalisi ini disebut tengah mengadakan jajak pendapat di masyarakat terkait bantuan yang paling tepat diberikan selama masa pandemi.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 29 Juli 2020 - 11:49 WIB
WowKeren - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta disarankan untuk mengubah bentuk bantuan sosial bagi warga terdampak pandemi virus corona (COVID-19) menjadi bantuan langsung tunai (BLT). Saran ini disampaikan oleh Koalisi Pemantau Bansos Jakarta karena pemberian bansos dinilai rawan dikorupsi.
Menurut anggota koalisi dari Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Gunardi Ridwan, pemberian bansos dalam bentuk sembako gampang dimanfaatkan oknum dengan cara menaikkan harga alias mark up. Gunardi menilai pemberian dana BLT akan meminimalisasi kemungkinan mark up anggaran tersebut.
"Bagi kami lebih baik transfer (dana BLT) karena itu lebih minim (korupsi)," terang Gunardi di Balai Kota Jakarta pada Selasa (28/7). "Karena kalau sembako itu lebih memungkinkan untuk mark up."
Selain itu, pemberian dana BLT juga dinilai dapat berdampak pada pergerakan ekonomi di Jakarta. Pasalnya warga dapat leluasa membeli kebutuhan mereka dengan dana BLT tersebut. "Lebih baik cash, jadi mereka bisa belanja di warung sekitar," kata Gunardi.
Diketahui, Koalisi Pemantau Bansos Jakarta ini terdiri dari sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Di antaranya adalah FITRA, International Budget Partnership, Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia dan Kota Kita.
Gunardi pun mengungkapkan bahwa koalisinya ini tengah melakukan jajak pendapat di masyarakat terkait bantuan yang paling tepat diberikan selama masa pandemi. Koalisi Pemantau Bansos Jakarta juga disebut telah berkonsultasi dengan Ombudsman dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kemungkinan korupsi pengadaan bansos corona.
Adapun usulan ini telah diterima oleh Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria. Namun, Riza mengaku bahwa Pemprov DKI sejauh ini masih mengikuti pemerintah pusat terkait skema pemberian bantuan terhadap warga terdampak pandemi corona.
"Sementara ini bantuannya sampai bulan Juli ini berupa sembako dan akan terus ditingkatkan sampai Desember berupa sembako," ungkap Riza. "Jadi kami mengikuti penyaluran bansos ini dengan sembako sebagaimana dengan kebijakan pemerintah pusat."
(wk/Bert)