Tenaga kesehatan yang berdomisili di DKI Jakarta tersebut mengungkapkan bagaimana awal ia dinyatakan positif COVID-19 dan memohon agar masyarakat selalu disiplin menggunakan masker.
- Bertilia Puteri
- Kamis, 30 Juli 2020 - 10:11 WIB
WowKeren - Seorang tenaga kesehatan yang berdomisili di DKI Jakarta mengungkapkan curahan hatinya di media sosial usai ia dinyatakan positif terjangkit COVID-19. Nakes bernama Ardi tersebut ingin membagikan kisahnya sehingga masyarakat mengetahui bahwa COVID-19 nyata dan bukan hanya sebuah hoaks belaka.
Ardi mengaku ia tidak pernah pergi keluar kos kecuali untuk bekerja di rumah sakit (RS). Ia lantas menyoroti warga yang masih tidak menggunakan masker saat berada di luar rumah.
"Pertama. Drmn sih kok bisa kena COVID19? Ga tau jg sih, di RS selalu pake APD. Gua jg g keluar kos, diem di kos aja g ketemu siapa2 kcuali pas otw ke RS naik ojol," cuit Ardi pada Rabu (29/7). "Brarti virus ini emang udh menyebar cepat di Indo/emg banyak aja yg g pake masker dan keluar d jalanan bw virus ini."
Ardi memperingatkan bahwa virus corona bisa menjangkit siapa saja, tidak peduli usia ataupun pekerjaan mereka. Oleh sebab itu, ia memohon agar masyarakat selalu disiplin untuk menggunakan masker dan sebisa mungkin berdiam diri di rumah.
"Gua mulai gejala itu batuk aja tgl 21 malam. Tgl 22 malam gua demam g turun2 padahal tiap 4 jam minum paracetamol 1 gram. Akhirnya gua cek darah dan swab tenggorokan untuk COVID19," ungkap Ardi. "Masih positive thinking bisa aja DBD."
Kala itu, pemeriksaan laboratorium yang dijalani Ardi menunjukkan hasil yang normal, hanya trombositnya terpantau sedikit menurun. Ia pun diberi vitamin dosis tinggi dan antibiotik untuk pertolongan awal probable COVID-19 selama 5 hari.
"25 malam gua mulai anosmia. APA ITU ANOSMIA??? Ga bisa mencium bau2an. Apa itu bau tokai sama bunga melati g ada bedanya," jelas Ardi. "Gua stress karna kesel g bisa nyium apa2 kayak kehilangan salah satu indra penting. Karna penciuman gua tuh lumayan tajem, kata orang kyk anjing."
Karena tidak bisa percaya dirinya mengalami anosmia, Ardi bahkan sempat menyemprot parfum ke hidungnya sendiri. Namun Ardi tetap tidak dapat mencium apa pun, sehingga ia melakukan cek darah sembari menunggu hasil tes swab-nya keluar.
Setelah itu, Ardi sempat mengalami demam hingga akhirnya diantarkan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. Ternyata, ditemukan bercak dalam hasil CT Scan Ardi. Bercak ini biasanya juga ditemukan dalam sebagian besar kasus COVID-19.
Setelah menunggu setidaknya enam hari, hasil tes swab Ardi pun akhirnya dirilis oleh Dinas Kesehatan. Benar saja, ia dinyatakan positif COVID-19.
Oleh sebab itu, Ardi berpesan bahwa COVID-19 dan bahayanya adalah sesuatu yang tak terduga karena dapat menjangkit siapa saja. Ardi mencontohkan dirinya yang masih berusia 25 tahun dan tidak memiliki penyakit bawaan bisa terjangkit penyakit ini.
"'Gua sih percaya COVID-19 tp kyknya g seseram yg diberitakan media'. LAMBEMU PEN TAK LINDES PAKE TRAKTOR? Gua aja seorang laki2 sehat 25 th tanpa ad bawaan penyakit apa2 bs sampe napas berat & dirawat begini. Bersyukurlah kalian COVID19 g bs milih nularin orang bodoh & bebal aj," tulis Ardi. "Oh iya, gua sebenernya jg abis dpt cek swab tgl 19 dan negatif, eh tgl 23 gua positif. Jadi kalo lo udh negatif bukan berarti lo bebas COVID19, still stay vigillant. Kita g tau detik kapanpun bisa kena, apalagi di negaraku yg subur ini, di mana virus aja dibudidayakan."
(wk/Bert)