Alis Jadi Tebal Bikin Publik Curigai Penangkapan Djoko Tjandra, Polisi Ungkap Fakta Ini
Nasional

Sejak mendarat di Indonesia, wajah Djoko Tjandra selalu tampak tertutup masker, membuat publik curiga apakah benar sosok itu adalah sang buronan. Apalagi karena sosoknya terlihat memiliki alis tebal.

WowKeren - Penangkapan buronan hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Tjandra pada Kamis (30/7) malam kemarin terus disoroti masyarakat. Pasalnya sang buronan dikenal licin dan selalu berhasil kabur dari kejaran aparat selama 11 tahun terakhir.

Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo menyebut penangkapan ini dilatarbelakangi kerjasama dengan Polisi Diraja Malaysia. Namun penangkapannya belakangan menuai kecurigaan masyarakat, terutama karena Djoko Tjandra tampak berbeda dengan sepasang alis yang tebal.


Apalagi sejak ditangkap Djoko Tjandra selalu menggunakan masker, sehingga keseluruhan fitur wajahnya belum pernah tertangkap kamera. Hal ini pun membuat sejumlah pihak mencurigai operasi penangkapan yang "senyap" dan mendadak ini.

Alis Jadi Tebal Bikin Publik Curigai Penangkapan Djoko Tjandra, Polisi Ungkap Fakta Ini-1

Twitter

Kecurigaan itu pun sampai pula ke telinga polisi dan langsung berbuah klarifikasi. Polisi menegaskan bahwa pria paruh baya yang digelandang oleh pihak kepolisian malam itu adalah Djoko Tjandra.

"Hasil pencocokan wajah oleh inafis dan hasil memang benar Djoko Tjandra," ujar Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Argo Yuwono lewat keterangan tertulis, Sabtu (1/8). Bersamaan dengan itu, Argo juga mengabarkan perihal lokasi penahanan Djoko terkini, yakni di Rutan Salemba cabang Bareskrim Polri.

Alis Jadi Tebal Bikin Publik Curigai Penangkapan Djoko Tjandra, Polisi Ungkap Fakta Ini-2

Kumparan

Sementara itu, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly juga tidak ingin berpangku tangan soal kecurigaan publik tersebut. Lewat Instagram-nya, sang menteri menunjukkan paspor "kontroversial" Djoko Tjandra. Tampak di sana alis Djoko Tjandra pun sudah tebal selayaknya saat ini.

"Saya mengapresiasi Polri atas penangkapan Joko Tjandra. Penangkapan Joko setelah buron 11 tahun menjadi penegasan bahwa negara tak bisa dipermainkan oleh siapa pun," ungkap Yasonna dalam caption-nya, Jumat (31/7).

"Penangkapan ini juga mengakhiri rumor atau teka-teki tentang keberadaan Djoko Tjandra," imbuhnya. "Hal ini juga menjadi pernyataan sikap yang tegas bahwa negara pada akhirnya tidak bisa dipermainkan oleh siapa pun yang mencoba-coba bersiasat mengangkangi hukum di negara ini."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts