Satgas Corona IDI Tegaskan Penggunaan Masker Tak Akan Sebabkan Kematian
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Merespons warga yang masih tak mau memakai masker, Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban menegaskan bahwa penggunaannya tidak akan mengakibatkan kematian.

WowKeren - Presiden Joko Widodo telah memerintahkan jajarannya untuk gencar mengkampanyekan penggunaan masker sebagai antisipasi penularan COVID-19. Jokowi bahkan secara khusus meminta istri dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Tri Suswati, untuk ikut membantu dengan melakukan kampanye masker secara door to door.

Namun demikian, masih ada warga yang enggan menggunakan masker karena merasa sulit bernapas. Merespons hal tersebut, Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban pun menegaskan bahwa penggunaan masker tidak akan mengakibatkan kematian.

Zubairi menjelaskan jika warga tidak mengenakan masker, maka ada kemungkinan mereka dapat tertular dan meninggal akibat COVID-19. "Justru tidak pakai masker akan mengakibatkan ketularan virus dan kemudian bisa meninggal dunia," terang Zubairi dilansir Republika pada Senin (3/8).

Sebagai contoh, Zubairi menjelaskan soal para dokter yang kini wajib menggunakan masker, face shield, hingga alat pelindung diri (APD). "Jadi dokter saja memakai masker wajah dan APD, meski bisa dibilang kurang nyaman tetapi tidak akan membuat mati," tutur Zubairi.


Lebih lanjut, Zubairi pun menyarankan agar masyarakat juga mengenakan face shield jika berada di ruangan tertutup dalam jangka waktu yang lama. Tujuannya adalah untuk perlindungan yang lebih aman.

Zubairi pun khawatir Indonesia akan senasib dengan Amerika Serikat (AS), Brasil, India, hingga Brasil jika masyarakat tidak mau menggunakan masker atau menerapkan protokol kesehatan. Diketahui, negara-negara tersebut memiliki angka infeksi COVID-19 tertinggi di dunia.

Sebelumnya, Jokowi telah mengungkapkan bahwa persentase angka kematian akibat virus corona di Tanah Air sangat tinggi. Bahkan, angka kematian akibat virus corona di Tanah Air lebih tinggi 0,8 persen dari angka kematian global.

Melihat fakta itu, Jokowi langsung memberikan pekerjaan rumah (PR) bagi para jajarannya untuk bekerja mengendalikan laju penularan virus corona. Ia juga meminta agar angka kematian dapat ditekan seperti persentase kesembuhan COVID-19 di Indonesia yang sudah tinggi.

Selain itu, Jokowi berpesan kepada masyarakat agar tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Diantaranya dengan selalu memakai masker, menjaga jarak, hingga rajin mencuci tangan.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts