15 Orang Ngadu Jadi Korban 'Gilang Bungkus', Polisi Masih Kesulitan Dalami Kasus Karena Hal Ini
Shutterstock
Nasional

Menurut Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, hingga kini sudah ada 15 orang yang mengadu ke posko yang didirikan oleh FIB Unair dan mengaku menjadi korban 'Gilang Bungkus'.

WowKeren - Kasus dugaan pelecehan seksual bermodus penelitian bungkus kain jarik yang dilakukan oknum mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Surabaya bernama Gilang masih diselidiki oleh polisi. Polda Jawa Timur mengaku telah bekerjasama dengan pihak kampus untuk membuka posko pengaduan terkait kasus "Gilang Bungkus" ini.

Menurut Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, hingga kini sudah ada 15 orang yang mengadu ke posko yang didirikan oleh Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unair dan mengaku menjadi korban "Gilang Bungkus". "Kami sudah melakukan kolaborasi dengan Unair, dengan posko pengaduan ini, ada sekitar 15 orang yang sudah mengadu," ungkap Trunoyudo di Mapolda Jatim pada Senin (3/8).

Akan tetapi, aduan tersebut masih belum dapat dijadikan dasar penyelidikan kasus ini. Pasalnya, para pengadu enggan mengungkapkan identitas mereka. "Namun masih sumir karena belum mencantumkan identitasnya secara jelas dan pasti," jelas Trunoyudo.

Oleh sebab itu, Trunoyudo menyatakan bahwa penyidik dari Ditreskrimsus dan Ditreskrimum Polda Jatim membuka layanan posko pengaduan secara langsung. Pihak yang merasa menjadi korban kasus dugaan pelecehan seksual ini diimbau untuk segera melapor melalui nomor kontak 082143578532.


"Ini dalam rangka untuk memberikan suatu jalur khusus pengaduan. Sehingga bisa terlindungi dan bisa dirahasiakan khususnya untuk perlindungan saksi awal dari penyidik," terang Trunoyudo. "Nanti kita juga bekerjasama dengan lembaga perlindungan saksi dan korban."

Sementara itu, pihak kepolisian kini disebut Trunoyudo masih melakukan penyelidikan kasus ini dan belum memanggil terduga Gilang. Mengingat kasus dugaan pelecehan seksual ini merupakan delik aduan, Trunoyudo pun kembali mengimbau agar para saksi korban dapat segera melapor.

"Supaya tuntas kejadian ini dapat diungkap," pungkas Trunoyudo. "Dan kemudian untuk terduga juga belum kita lakukan pemanggilan karena prosesnya masih penyelidikan."

Di sisi lain, pihak Unair Surabaya mengaku kesulitan menggali data karena rata-rata korban kasus dugaan pelecehan seksual ini enggan membuka identitas mereka. Ketua Pusat Informasi dan Humas (PIH) Unair, Suko Widodo, meminta siapapun yang merasa menjadi korban segera menghubungi help center, yakni melalui [email protected] atau menghubungi via nomor telepon 081615507016.

"Ini bagian dari komitmen kami untuk ikut menyelesaikan kasus tersebut," pungkas Suko. "Di help center tersebut nanti para korban akan didampingi psikolog untuk membantu menyelesaikan persoalan itu."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts