Bukan Jatim, Provinsi Ini Miliki Tingkat Kematian COVID-19 Tertinggi di Indonesia
Getty Images
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Anggota Tim Pakar Satuan Satgas Penanganan COVID-19, Dewi Nur Aisyah, mengungkapkan daftar provinsi dengan tingkat kematian akibat virus corona tertinggi yang dilihat berdasarkan persentase kasus positif.

WowKeren - Satuan Tugas (Satgas) Penanganna COVID-19 bertekan untuk menurunkan angka kematian akibat virus corona di Indonesia hingga di bawah satu persen. Menurut anggota Tim Pakar Satuan Satgas Penanganan COVID-19, Dewi Nur Aisyah, persentase kematian Indonesia memang lebih tinggi dibanding rata-rata global.

"Di Indonesia ini peringkat 103 dari 215 negara di dunia, ini tetap PR bersama, angka kematian tidak bisa kita ambil ringan," tutur Dewi di Graha BNPB pada Rabu (5/8). "Mau tidak mau kita turunkan persentase tadi hingga tiga, dua, bahkan di bawah satu persen."

Berdasarkan data Satgas Penanganan COVID-19, angka rata-rata kematian akibat virus corona di Indonesia mencapai 4,68 persen per 3 Agustus 2020. Angka ini dapat dibilang membaik jika dibandingkan dengan periode sebelumnya. Tercatat angka rata-rata kematian COVID-19 mencapai 4,81 persen pada Juli 2020.

"PR kita untuk meningkatkan angka kesembuhan dan menurunkan angka kematian karena kita memang masih lebih tinggi dibanding rata-rata dunia," ungkap Dewi. "Ada tren menurun tapi tetap masih ada PR."


Sementara itu, kasus kematian COVID-19 kumulatif tertinggi terjadi di provinsi Jawa Timur dengan 1.781 kematian. Lalu disusul oleh DKI dengan 874 kasus kematian, Jawa Tengah dengan 665 kasus kematian, Sulawesi Selatan dengan 328 kasus kematian, dan Kalimantan Selatan dengan 297 kasus kematian.

Namun apabila tingkat kematian dilihat berdasarkan persentase kasus positif per provinsi, maka Bengkulu mencatat angka tertinggi dengan 8,09 persen. Sementara itu, Jawa Timur berada di posisi kedua dengan jumlah 7,74 persen.

Tingkat Kematian Corona

YouTube/BNPB Indonesia

"Kalau tadi ada angka bulat kumulatif yang kita keluarkan, yang kedua kita melihat jumlah kematian dibagi dengan jumlah orang yang positif," tutur Dewi. "Dan ternyata di sini provinsinya dengan angka kematian tertinggi dari jumlah pasien positif adalah Bengkulu dengan sekitar 8,09 persen, yang kedua adalah Jawa Timur. Bisa jadi karena jumlah positif Jawa Timur lebih tinggi dibandingkan dengan yang ada di Bengkulu."

Di sisi lain, Kota Surabaya menjadi wilayah dengan angka kematian COVID-19 tertinggi di tingkat kabupaten/kota dengan 790 kematian. Disusul oleh Kota Semarang dengan 328 kematian, Kota Makassar dengan 226 kasus kematian, dan Jakarta Pusat dengan 207 kasus kematian. "Semakin padat penduduknya maka potensi penularannya makin besar," pungkas Dewi.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts