COVID-19 di Indonesia Bertambah 1.882 Kasus Hari Ini, DKI Jakarta Sumbang 556 Pasien
Reuters
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Jumlah asus corona yang dilaporkan DKI Jakarta pada Kamis (6/8) hari ini hampir dua kali lipat lebih banyak dibanding provinis Jawa Timur yang melaporkan 286 kasus.

WowKeren - DKI Jakarta kembali menjadi provinsi penyumbang kasus COVID-19 harian tertinggi pada Kamis (6/8) hari ini. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan yang dibagikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), DKI melaporkan 556 kasus corona baru pada hari ini.

Selain itu, DKI juga melaporkan 246 orang pasien COVID-19 yang dinyatakan sembuh pada hari ini. Sementara jumlah kasus kematian akibat COVID-19 bertambah sebanyak 13 kasus pada hari ini.

Sebaran Kasus Corona

Twitter/BNPB Indonesia

Kasus corona yang dilaporkan DKI pada hari ini hampir dua kali lipat lebih banyak dibanding Jawa Timur yang melaporkan 286 kasus. Adapun Jatim hari ini melaporkan 465 pasien COVID-19 yang dinyatakan sembuh, dan 18 pasien yang dilaporkan meninggal dunia.

Sementara itu, secara nasional jumlah kasus COVID-19 mengalami penambahan sebanyak 1.882 pasien pada hari ini. Dengan demikian, jumlah kumulatif kasus COVID-19 di Indonesia kini telah mencapai 118.753 pasien.


Indonesia juga melaporkan 1.756 pasien COVID-19 yang sembuh pada hari ini. Dengan demikian, jumlah pasien COVID-19 yang telah dinyatakan sembuh kini mencapai 75.645 orang. Sedangkan jumlah pasien COVID-19 yang meninggal bertambah sebanyak 69 orang pada hari ini, sehingga total korban jiwa pandemi kini mencapai 5.521 orang.

Update Corona

Twitter/BNPB Indonesia

Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Widyastuti, telah sempat memperingatkan bahwa positivity rate Ibu Kota terus meningkat. "Positivity rate mingguan mencapai 7,4 (persen), ini jadi warning kita semua karena positivity rate di DKI meningkat," tutur Widyastuti dalam webinar pada Kamis (6/8).

Sebagai informasi, positivity rate adalah persentase dari pasien yang memiliki hasil tes positif COVID-19. Cara menghitungnya dengan membagi jumlah total kasus positif dengan tes yang dilakukan.

Adapun angka positivity rate DKI tersebut masih lebih tinggi dari standra Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Oleh sebab itu, Widyastuti berharap angka tersebut dapat segera turun. "Jadi kita berharap positivity di Jakarta harus secepatnya diturunkan," jelas Widyastuti.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts