Resmi Di-DO Unair, Keberadaan Gilang 'Fetish Kain Jarik' Masih Jadi Misteri
Nasional

Unair resmi mengeluarkan mahasiswanya, Gilang setelah terlibat penyimpangan seksual berupa “Fetish Kain Jarik”. Keberadaan predator ini masih menjadi misteri hingga saat ini.

WowKeren - Nama Gilang sempat menghebohkan dunia maya setelah aksi predator seksualnya terkait ‘Fetish Kain Jarik’ dibongkar korban-korbannya. Namun meski telah dibongkar, keberadaan mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) tersebut hingga saat ini masih menjadi misteri.

Unair sendiri telah menjatuhkan hukuman tegas pada Gilang yang dinilai telah melanggar kode etik dan tidak kooperatif dalam proses penyelidikan. Gilang langsung dikeluarkan atau di-drop out dari Universitas ternama Surabaya tersebut.

Keputusan tersebut diambil oleh Dewan Komisi Etik Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unair yang menggelar sidang etik terhadap Gilang Aprilian Nugraha secara online, Senin (3/8) lalu. Pertemuan membahas keputusan tegas Rektor Mohammad Nasih untuk memecat Gilang dari kampus.

Kepala Pusat Informasi dan Humas Unair, Suko Widodo menjelaskan keputusan itu diambil dengan mengambil berbagai pertimbangan. Diantaranya adalah laporan komisi etik, laporan Tim Help Center, klarifikasi keluarga, dan juga nama baik serta citra kampus.


Kini, Unair telah menyerahkan proses hukum lebih lanjut terhadap predator Gilang kepada pihak yang berwenang. Meski telah dipecat dari kampus dan dicari kepolisian, namun keberadaan Gilang masih menjadi misteri.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur, Trunoyudo Wisnu Andiko sempat menyatakan jika pihaknya masih belum menemukan keberadaan Gilang. Namun, ia berjanji penyelidikan akan terus berjalan sembari menunggu pelaporan korban.

Sementara itu, dosen dan akademisi Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Fathul Lubabin Nuqul mengungkapkan kekhawatirannya terkait keberadaan Gilang yang masih menjadi misteri. Ia meminta agar kasus Gilang tidak hanya diproses secara hukum saja.

Menurut Fathul, Gilang juga perlu diberikan konsultasi dan terapi psikologis. Pasalnya, ada kemungkinan terburuk yang bisa terjadi, yakni Gilang mengalami depresi yang bisa berujung dengan aksi bunuh diri jika tidak segera diatasi.

“Kalau dihukum aja, enggak akan selesai,” ungkap Fathnul. “Kalau dihukum aja, enggak akan selesai. Jadi kalau misalnya harus terapi, ada metode-metodenya. Karena kan orang lain yang seperti ini asyik dengan dirinya selama tidak ada yang menghalangi. Dia akan nyaman-nyaman saja. Akan selalu dilakukan terus.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts